Breaking News:

PeduliLindungi Deteksi 3.830 Orang Berstatus Hitam Berkeliaran, Kasatpol PP DIY: Kita Tidak Dilapori

Kementerian kesehatan (Kemenkes) melaporkan sebanyak 3.830 orang berstatus hitam terdeteksi berkeliaran di tempat umum termasuk mal, bandara, stasiun

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian kesehatan (Kemenkes) melaporkan sebanyak 3.830 orang berstatus hitam terdeteksi berkeliaran di tempat umum termasuk mal, bandara, stasiun, transportasi umum, hingga restoran, lewat aplikasi PeduliLindungi.

Status hitam sendiri adalah individu yang terpapar atau merupakan kontak erat dengan pasien Covid-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad menuturkan, pihaknya tidak bisa memastikan apakah ada warga DIY yang masuk dalam jumlah rekapan yang diumumkan Kemenkes tersebut.

Baca juga: Sebanyak 8 Baterai Tower Seluler di Pedukuhan Tileng Kulon Progo Digasak Maling

Sebab, data PeduliLindungi sepenuhnya direkap oleh pemerintah pusat dan itu merupakan data yang dihimpun secara nasional.

"Kita tidak dilapori, karena aplikasi itu rekapnya ke Kemenkes. Hasilnya tidak bisa lihat kita," terang Noviar, Rabu (15/9/2021).

Saat ini, Satpol PP DIY tengah mendorong tempat-tempat publik seperti mal, supermarket, dan hotel untuk memasang QR Code PeduliLindungi.

Juga melakukan pengawasan terkait pengaplikasian QR Code tersebut.

Noviar merinci, ada empat kriteria di PeduliLindungi.

Yakni hijau untuk mereka yang sudah dua kali vaksin dan tidak ada catatan kontak erat, kuning yakni baru mendapatkan satu dosis vaksin atau penyintas Covid-19, merah belum divaksinasi, dan hitam yakni mereka yang positif Covid-19 atau kontak erat dengan pasien Corona.

Dari hasil pengawasan sementara, rupanya tingkat penerapan aplikasi PeduliLindungi di pusat perbelanjaan masih berada di angka 88,6 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved