Pengelola Bioskop Masih Menunggu

Public Relation Manager CGV, Marsya Gusman mengatakan, pembukaan bioskop CGV akan dilakukan secara bertahap.

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/Rento Ari Nugroho
ILUSTRASI - Seorang karyawan CGV Blitz Hartono Mall Yogya, beberapa waktu silam. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Public Relation Manager CGV, Marsya Gusman mengatakan, pembukaan bioskop CGV akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari wilayah DKI Jakarta lalu dilanjutkan ke beberapa daerah lainnya, termasuk di DIY, sesuai kebijakan masing-masing pemerintah daerah.

Hal itu dilakukan berdasarkan arahan pemerintah pusat yang menginginkan pembukaan bioskop hanya diperuntukan bagi wilayah yang masuk level 2 dan 3 penerapan PPKM Covid-19. "Sekarang dimulai di Jakarta, dan diikuti daerah lain," katanya, saat dihubungi Selasa (14/9/2021).

Untuk bioskop CGV di DIY pihaknya belum bisa memastikan kapan itu akan dibuka, karena pihak manajemen CGV perlu melakukan kesepakatan terkait kebijakan yang dikeluarkan oleh pemangku wilayah. "Ya, seperti dulu lah, karena ada kebijakan dari daerah juga. Untuk DIY belum ada kepastian," terang dia.

Di DIY, bioskop yang dikelola CGV ada tiga, yakni berada di J Walk Mall Yogyakarta, Transmart Mall Yogyakarta, dan Hartono Mall Yogyakarta. "Tapi apakah nanti di J Walk atau mana yang buka duluan kami belum memastikan, bisa jadi tiga-tiganya akan dibuka secara bersamaan," ucap Marsya.

Ia melanjutkan, secara teknis pihaknya sudah menyiapkan beberapa skema yang menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah, di antaranya, masyarakat yang hendak menikmati film di CGV harus sudah mendapat vaksin dosis kedua, selain itu pengunjung CGV harus melakukan check in melalui aplikasi peduli lindungi saat ingin masuk ke teater bioskop.

"Selanjutnya tidak dibolehkan makan dan minum, lalu mereka yang diizinkan hanya berusia 12 tahun ke atas. Kemudian harus memakai masker dan jaga jarak," tegas Marsya.

Pihak manajemen juga telah menyiapkan rambu-rambu khusus untuk memandu pengunjung saat akan masuk ke ruang bioskop. Kapasitas ruangan yang diizinkan juga hanya sebesar 50 persen dari total kuoat bioskop.
Rata-rata, lanjut Marsya, total kapasitas bioskop CGV mampu menampung 50 hingga 100 orang dalam satu ruangan. "Karena ruangan kami macam-macam, ya," ujarnya.

Tak berharap banyak
Adanya sinyal positif dari pemerintah itu tak ingin disia-siakan oleh pihak manajemen CGV. Beberapa film yang tertunda pemutarannya pun kini kembali akan digeber dan dapat dinikmati pengunjung.

Kendati demikian, pihak manajemen CGV tak ingin berharap banyak dalam pembukaan bioskop di tengah PPKM kali ini. "Kami tidak ingin muluk-muluk, setidaknya ada kenaikan saja kami sudah tenang. Ya, minimal 10 persen mungkin, enggak harus 50 persen," ujarnya.

Untuk penjualan tiket bioskop, manajemen CGV menyediakan pembelian tiket melalui situs web CGV, aplikasi CGV, dan dapat pula melakukan pemesanan tiket di lokasi. "Untuk tiket kami memang melakukan pembelian langsung. Namun tetap kami imbau masyarakat untuk melakukan pembelian secara online. Karena bisa membaca sinopsis dan tinggal nonton saja, tidak perlu menunggu lama," paparnya.

Diakui Marsya, selama pemberlakuan PPKM ini manajemen perusahaan harus berjuang ekstra untuk tetap bertahan supaya para karyawan bisa terus bekerja. "Memang dari tiketing enggak bisa, tapi untuk survive kami melakukan jual beli makanan pesan antar, itu cukup membantu dan kami juga jualan merchandise," tegas dia.

Lima hari
Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin, mengatakan bahwa seluruh bioskop di Indonesia kini sedang mempersiapkan pembukaan bioskop. Film-film teranyar pun sudah dikirim ke Indonesia.

Para pengusaha bioskop, lanjut Djonny, rencananya akan membuka bioskop selama lima hari penuh. "Itu lima hari, lima malam kami kerjakan untuk seluruh Indonesia dan sudah jalan," ujar Djonny.

Sementara itu Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), menilai beroperasinya kembali bioskop pada masa PPKM tidak berdampak signifikan terhadap tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan. "Tentunya diharapkan dapat menaikkan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan, meskipun tidak akan signifikan karena bioskop masih beroperasi secara terbatas," kata Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja.

Menurutnya, saat ini tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan bergerak naik secara bertahap, dan cenderung lambat karena masih banyak pembatasan yang diberlakukan. "Seperti usia kurang dari 12 tahun masih belum diperbolehkan untuk masuk ke pusat perbelanjaan," paparnya.

"Kemudian, waktu makan di tempat (dine in) masih dibatasi 60 menit, tempat bermain anak, dan tempat hiburan masih belum diperbolehkan untuk beroperasi dan pembatasan lainnya," sambung Alphonzus. (hda/Tribun Network)

Baca Tribun Jogja edisi Rabu 15 September 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved