Breaking News:

Kisah Tragis Topsy, Gajah Sirkus yang Disetrum Hingga Mati di Depan Penonton

Topsy, seekor gajah sirkus dieksekusi mati dengan cara disetrum listrik di hadapan para penonton

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Wikimedia Common
Adegan saat Topsy meregang nyawa dengan cara disetrum di depan para penonton 

TRIBUNJOGJA.COM - Awalnya Topsy adalah gajah liar yang hidup di alam liar. Namun ia tertangkap oleh pemburu yang kemudian menjualnya ke tempat sirkus. Di sinilah penderitaan Topsy itu mulai terjadi.

Diceritakan dalam sejumlah buku yang mengulas kisah hidup Topsy, gajah ini kemungkinan telah melakukan perjalanan jauh transatlantik untuk mencari habitat baru hingga akhirnya tiba di hutan di New York. Seorang pemburu berhasil menangkapnya.

Seorang raja sirkus bernama Adam Forepaugh, tak melewatkan peluang tersebut. Demikian sebagaimana yang diceritakan dalam berjudul The Startling Story of the Crooked-Tailed Elephant karya Michael Daly.

Forepaugh kemudian membawa gajah kecil itu untuk dipekerjakan di sirkusnya.

Pada awalnya, Topsy yang diperkirakan lahir tahun 1875 ini disebut sebagai gajah yang penurut.

Selama bertahun-tahun, Topsy melakukan apa yang diminta pawang demi memenuhi hasrat para penonton sirkus.

Baca juga: Kisah Ham, Simpanse yang Jadi Astronot Sebelum Neil Armstrong dan Buzz Aldrin

Hingga pada tanggal 28 Mei 1902, terjadilah insidan yang menggemparkan.

Topsy dicap sebagai gajah bengal, lantaran membunuh salah satu pawang sirkus bernama J. Fielding Blount.

Tidak diketahui persis apa yang terjadi antara Blount dan Topsy.

Dugaan muncul bahwa tampaknya Blount telah memasuki kandang gajah di pagi hari. Di sana, dia mungkin memberi Topsy sebatang rokok yang menyala. Atau, Topsy bisa saja menyerang karena takut atau marah pada orang asing yang mabuk ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved