Kapan Musim Hujan di DI Yogyakarta? Ini Prediksi BMKG
BMKG Stasiun Klimatologi (Staklim) Yogyakarta memprediksikan awal Oktober 2021 mendatang DIY sudah memasuki musim hujan.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada September 2021 ini, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah memasuki masa pancaroba.
Diperkirakan musim transisi itu akan berlangsung hingga akhir September 2021.
Sebab Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Yogyakarta memprediksikan awal Oktober 2021 mendatang DIY sudah memasuki musim hujan.
Kepala BMKG Staklim Yogyakarta, Reni Kraningtyas, mengatakan dari awal Oktober 2021 diperkirakan sebagian Kabupaten/Kota di DIY sudah ada yang mulai merasakan hujan di awal, pertengahan, dan akhir Oktober 2021.
"September ini sudah masuk pancaroba, karena Oktober nanti sudah masuk musim hujan. Di awal Oktober sebagian wilayah ada yang hujan diawal, pertengahan, dan akhir Oktober," katanya, saat dihubungi, Senin (13/9/2021)
Baca juga: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Awal, Berikut Penjelasan BMKG
Baca juga: Musim Hujan Diprediksi Mulai Oktober, BPBD Gunungkidul Masih Fokus Dropping Air Bersih
Ia menjelaskan, dari lima Kabupaten/Kota yang ada di wilayah DIY, menurut Rani Kabupaten Kulon Progo bagian Utara dan Sleman bagian Barat akan lebih dulu mengalami hujan.
"Itu karena dipicu topografinya ya. Sleman dan Kulon Progo akan lebih awal turun hujan. Kalau di Gunungkidul kan daerah pegunungan (kering) kan. Jadi kalau musim kemarau duluan, dan musim hujannya paling akhir," jelas dia.
Menurut Reni, musim kemarau tahun inj relatif basah, sehingga meskipun dalam musim kemarau namun tetap saja wilayah DIY sesekali diguyur hujan.
Kendati demikian, awal Oktober nanti intensitas hujan di wilayah DIY diperkirakan akan berlangsung normal.
"Jadi musim kemarau tahun ini lebih basah, sehingga masyarakat seolah-olah merasakan hujan sepanjang tahun, tapi untuk awal Oktober nanti hampir semua wilayah DIY akan berlangsung normal," jelasnya.
"Meski ada beberapa wilayah yang diprediksikan mundur 10 hari," imbuhnya.
Dia melanjutkan, perkiraan puncak musim hujan tahun 2021/2022 akan berlangsung pada Januari-Februari 2022.
Kendati terjadi puncak musim hujan pada bulan itu, Rani menjelaskan sejauh ini belum ada tanda-tanda fenomena La Nina maupun El Nino yang memicu bertambahnya intensitas hujan yang lebih tinggi lagi.
"Januari sampai Februari 2022 sementara ini belum ada tanda-tanda terjadi La Nina, namun tetap puncak hujan akan jatuh pada Januari," terang dia.
Pada bulan tersebut, intensitas hujan akan bertambah dari bulan-bulan sebelumnya maupun sesudahnya, namun masih dalam ring musim hujan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/doa-minta-hujan.jpg)