Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Hadapi Musim Penghujan, BPBD Kulon Progo Siapkan Upaya Mitigasi

BPBDnKulon Progo menyiapkan upaya mitigasi dalam menghadapi bencana yang disebabkan dari musim penghujan.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Kompas Travel
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo menyiapkan upaya mitigasi dalam menghadapi bencana yang disebabkan dari musim penghujan seperti tanah longsor dan banjir di wilayahnya. 

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulon Progo, Edi Wibowo mengatakan menjelang musim penghujan, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi (rakor) pada awal November 2021. 

Sebab, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim penghujan terjadi pada akhir Oktober 2021.

Ia menyebut wilayah yang rawan terjadi longsor ada di perbukitan menoreh meliputi sebagian Kapanewon Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap dan Pengasih. 

Baca juga: Prediksi BMKG : Awal Musim Hujan di Indonesia Tahun Ini Bisa Datang Lebih Cepat

Sedangkan wilayah yang rawan banjir di bagian selatan Kulon Progo meliputi Kapanewon Wates, Panjatan, Galur, Lendah dan Temon. 

Serta bagian selatan Kapanewon Pengasih yakni Kalurahan Tawangsari. 

"Kalau di Kulon Progo, peristiwa banjir hanya bersifat genangan hanya berlangsung kurang lebih 2 jam. Setelah itu normal kembali," kata Edi saat dihubungi, Senin (13/9/2021). 

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Joko Satyo Agus Nahrowi menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi vertikal seperti Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) untuk upaya normalisasi sungai dan saluran air yang sering menjadi penyebab banjir. 

Namun saat ini menurutnya hampir semua saluran telah dinormalisasi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved