Prediksi BMKG : Awal Musim Hujan di Indonesia Tahun Ini Bisa Datang Lebih Cepat
Untuk awal musim hujan di Indonesia diprediksi akan masuk lebih awal yakni pada September hingga November 2021.
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di sejumlah wilayah di Indonesia bisa datang lebih awal.
Hal itu merupakan prakiraan cuaca BMKG untuk tahun 2021-2022 di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan untuk awal musim hujan di Indonesia akan masuk lebih awal yakni pada September hingga November 2021.
Sedangkan untuk puncaknya, kata dia, akan terjadi pada Januari - Februari 2022, dan itu terjadi di sebagian besar wilayah di Indonesia.
"Puncak musim hujan 2021/2022 di sebagian besar daerah diperkirakan pada bulan Januari dan Februari 2022, yaitu di sebanyak 244 Zona Musim (ZOM) atau 71,3 persen," kata Dwikorita, Kamis (26/8/2021), seperti dikutip Tribun Jogja dari Tribunnews.com.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Jumat 27 Agustus 2021, Ada Potensi Hujan dan Angin Kencang
Baca juga: Hingga Pagi Ini, Gunung Merapi Keluarkan 13 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur 1Km ke Barat Daya
Kendati begitu kata dia, untuk periode musim hujan secara keseluruhan atau umum di Indonesia akan terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Maret 2022.
Lebih jauh, Dwikorita menjabarkan, dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia secara keseluruhan, sebanyak 14,6 persen di antaranya diprediksi akan mengawali musim hujan pada September 2021.
Wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan pada September tersebut yakni terjadi di Sumatera bagian tengah dan sebagian Kalimantan.
Kemudian 39,1 persen wilayah pada Oktober 2021, meliputi Sumatra bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali.
Sementara itu, sebanyak 28,7 persen wilayah lainnya akan mengalami musim hujan pada November 2021, meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali - Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
“Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim hujan pada periode 1981-2010, maka Awal Musim Hujan di 2021/2022 di Indonesia diprakirakan maju untuk 157 ZOM (45,9 persen), dalam waktu yang sama pada 132 ZOM (38,6 persen), dan mundur pada 53 ZOM (15,5 persen),” terangnya.
Dwikorita menerangkan, secara umum, sifat hujan selama Musim Hujan 2021/2022 diprakirakan normal atau sama dengan rata-rata klimatologisnya pada 244 ZOM (71,4 persen).
"Sedangkan, sejumlah 88 ZOM (25,7 persen) akan mengalami kondisi musim hujan atas normal (lebih basah dari biasanya) dan 10 ZOM (2,9 persen) akan mengalami musim hujan bawah normal (lebih kering)," ucapnya.
Baca juga: BPBD Magelang Lakukan Koordinasi untuk Penanganan Kebakaran Lahan di Gunung Andong
Baca juga: Potensi Kekeringan Tetap Ada Meski Kemarau Basah
Dwikorita mengatakan, terdapat sejumlah wilayah di Indonesia yang akan mengalami musim hujan dengan intensitas lebih tinggi dibanding biasanya.
Setidaknya ada 13 Provinsi atau wilayah di Indoensia yang akan mengalami musim hujan dengan intensitas tinggi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/doa-ketika-turun-hujan-lebat-melanda-lengkap-dengan-artinya.jpg)