Breaking News:

Potensi Kekeringan Tetap Ada Meski Kemarau Basah

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprakirakan adanya peningkatan curah hujan di beberapa wilayah DIY beberapa hari ini.

Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
via tribun lampung
logo BMKG 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprakirakan adanya peningkatan curah hujan di beberapa wilayah DIY beberapa hari ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto mengungkapkan, kondisi itu justru menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di area yang berpotensi mengalami kekeringan, mengingat saat ini masih musim kemarau.

Namun demikian, ia mengimbau agar masyarakat terus waspada terhadap anomali cuaca ini. "Saat ini kemarau basah, sehingga tetap ada potensi kekeringan," ujarnya Rabu (4/8/2021).

Pihaknya tetap menyediakan stok air bersih jika sewaktu-waktu ada permintaan dari masyarakat. Sampai saat ini, BPBD Bantul menyediakan 200 tangki untuk kebutuhan penyaluran (dropping) bantuan air bersih.

Sebelumnya mereka menyediakan 300 tangki, namun sebagian anggaran dialih untuk penanganan Covid-19.
Dwi juga mengungkapkan, meskipun memasuki kemarau, permintaan kebutuhan air di Bantul justru rendah.

Hal ini karena berkurangnya daerah yang membutuhkan banyak air, seiring gencarnya program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan sumur bor di beberapa kawasan tertentu.

"Rata-rata, yang sebelumnya membutuhkan 50 tangki, menurun jadi 25 tangki. Meski demikian, kami tetap menyediakan tanki sebagai cadangan jika ada permintaan warga untuk dropping air," tambahnya.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas memaparkan bahwa salah satu penyebab anomali cuaca itu dipengaruhi oleh suhu permukaan laut yang cukup hangat di perairan selatan Jawa. Hal itu memicu terbentuknya awan awan hujan pada saat musim kemarau.

"Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini dan prakiraan curah hujan tiga bulan ke depan, kondisi iklim di wilayah DIY pada tahun 2021 umumnya lebih basah dibandingkan dari normalnya," ujarnya. (nto)

Baca Tribun Jogja edisi Kamis 5 Agustus 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved