Breaking News:

3.000 Pekerja di DIY Masih Dirumahkan Meski PPKM Telah Turun Level

Ribuan orang yang dirumahkan mayoritas berasal dari perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Akses ke selatan menuju Jalan Mangkubumi, di simpang Tugu Pal Putih, Kota Yogyakarta kembali disekat pada Rabu (4/8/2021) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 3.000 pekerja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih mengalami perumahan oleh perusahaan tempat mereka bekerja di tengah pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah ini.

Sedangkan sekitar 200 pekerja juga ada yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Aria Nugrahadi, menuturkan kendati demikian dari hasil evaluasi pekan ini menunjukkan sudah ada sebagian kecil pekerja yang kembali dipekerjakan.

"Hasil evaluasi Rabu kemarin ada beberapa perusahaan mulai mempekerjakan kembali seiring level PPKM yang turun dan beberapa perusahaan sudah mulai operasi 100 persen," terang Aria, Minggu (12/9/2021).

Aria melanjutkan, ribuan orang yang dirumahkan mayoritas berasal dari perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata.

Sebab, hingga saat ini tempat-tempat wisata di DIY memang belum dibuka meski ada penurunan level PPKM.

"3.000 itu yang dominan dari sektor pariwisata. Ada hotel, ada biro perjalanan wisata, ada resto," terangnya.

Disinggung adanya bantuan untuk pekerja, Aria menjelaskan, saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan tengah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Penyaluran bantuan subsidi tahun ini diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar Rp 500.000 per bulan yang akan diberikan selama dua bulan. 

"Kalau (bantuan) yang lain tergabung bansos di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) ada di Dinsos. Tapi harapannya semoga semua segera pulih lagi," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved