Update Corona di DI Yogyakarta
Pertama Sejak PPKM Bergulir, Gunungkidul Catatkan Nol Kematian Baru Covid-19
Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul terpantau kembali naik pada Rabu (08/09/2021).
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul terpantau kembali naik pada Rabu (08/09/2021).
Meski demikian, kenaikan yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tidaklah signifikan.
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan kabar baik terkait dinamika kasus kematian harian Covid-19.
"Hari ini dilaporkan nol kasus kematian baru karena Covid-19," kata Dewi pada wartawan sore ini.
Adapun hari ini dilaporkan terdapat 24 kasus baru konfirmasi positif Covid-19 asal Gunungkidul.
Baca juga: Berita Gunungkidul: Kasus Aktif Terus Turun, Angka Kematian COVID-19 Tembus 1.000 Kasus
Sedangkan jumlah pasien sembuh yang baru terdapat 32 kasus.
Dewi menyampaikan saat ini terdapat 369 kasus aktif dalam perawatan dan isolasi mandiri (isoman).
Angka meninggal dunia mencapai 1.003 kasus, dan jumlah sembuh mencapai 16.144 kasus.
"Konfirmasi positif Covid-19 secara kumulatif Gunungkidul hari ini sudah mencapai 17.516 kasus," ujarnya.
Dewi sendiri menyampaikan optimismenya terkait pengendalian Covid-19 di Gunungkidul.
Apalagi selama beberapa hari terakhir, kasus secara umum terus melandai.
Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat tidak kendor pada penerapan protokol kesehatan (prokes). Sebab prokes tetap jadi kunci utama pengendalian Covid-19.
Baca juga: 62 Persen Pelajar Gunungkidul Sudah Disuntik Dosis Pertama Vaksin COVID-19
"Kami sebagai pemerintah terus melakukan sosialisasi, edukasi, dan pengawasan terhadap kepatuhan prokes ini," kata Dewi.
Terus melandainya kasus Covid-19 di Gunungkidul dan DIY pada umumnya berbuah turunnya status PPKM.
Setelah 2 bulan di Level 4, per 7 September lalu aglomerasi DIY sudah menyandang Level 3.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Martinus Sakti mengatakan mobilitas masyarakat di Kota Wonosari mulai dilonggarkan.
Namun prosesnya dilakukan secara bertahap.
"Pengawasan tetap kami lakukan untuk mengendalikan mobilitas masyarakat," kata Martinus.( Tribunjogja.com )