Breaking News:

Jawa

PPKM di Kota Magelang Turun Level 3, Pemkot Upayakan Pembukaan PTM dan Wisata

Simulasi pembukaan objek wisata itu pun harus memenuhi syarat dan ketentuan dari Kementerian Pariwisata

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting (Tangkapan Layar)
Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM,  KOTA MAGELANG - Pemerintah pusat menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Magelang turun dari level 4 ke level 3.

Hal ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 39 tahun 2021 tentang PPKM level 4, level 3 dan level 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz bersyukur akhirnya Kota Magelang turun ke level 3.

Menurutnya, penilaian ini berkat kerja keras semua pihak dalam menangani Covid-19 di wilayah ini.

Baca juga: Upaya Pengendalian Covid-19, Pemkot Magelang Lakukan Perbaikan Kualitas Data Kasus

"Kita (semua) bersyukur pemerintah pusat sudah menilai kita, dari PPKM level 4 ke 3. Ini hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak dari birokrat, stakeholder, rumah sakit-rumah sakit di Kota Magelang, perusahaan, masyarakat hingga RT/RW," jelasnya, Selasa (7/9/2021).

Meskipun sudah level 3, Dokter Aziz mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) supaya kasus Covid-19 tidak kembali melonjak.

Selain itu, pihaknya juga melakukan evaluasi terkait pemetaan asal pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Kota Magelang.

"Tetap prokes untuk mencegah lonjakan. Lalu kenapa belum level 2 karena masih ada perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit, nanti kita evaluasi, apakah Covid-19 itu dari kita atau dari kota lain," terangnya.

Lebih lanjut, berkaitan dengan ketentuan Inmendagri nomor 39 tahun 2021, ada beberapa kelonggaran yang bisa diterapkan di antaranya pada sektor pendidikan, wisata dan perdagangan.

Baca juga: PMI Kota Magelang Layani Donor Plasma Konvalesen Pasien Covid-19

Oleh sebab itu, Dokter Aziz mengatakan dalam waktu dekat akan mengadakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di beberapa sekolah yang ditunjuk, serta simulasi pembukaan objek wisata

Untuk pembukaan pusat perdagangan (mal) juga harus sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh Satgas Penanganan Covid-19.

"PTM kita simulasi, dulu pernah dilakukan. Kemudian simulasi wisata dalam minggu ini, karena memang baru boleh simulasi, kalau buka langsung tidak boleh," ucapnya.

Simulasi pembukaan objek wisata itu pun harus memenuhi syarat dan ketentuan dari Kementerian Pariwisata, diantaranya pengelola maupun pengunjung harus sudah vaksin Covid-19, memiliki aplikasi PeduliLindungi dan lainnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved