Breaking News:

Upaya Pengendalian Covid-19, Pemkot Magelang Lakukan Perbaikan Kualitas Data Kasus

Sebagai upaya penanganan Covid-19, Pemerintah Kota Magelang melakukan perbaikan kualitas data kasus Covid-19 untuk mempermudah

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Berita Update Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Sebagai upaya penanganan Covid-19, Pemerintah Kota Magelang melakukan perbaikan kualitas data kasus Covid-19 untuk mempermudah pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3T).

Apalagi, Kota Magelang masih melanjutkan melanjutkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, sampai 30 Agustus 2021. 

Hal ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 tentang PPKM level 4, level 3 dan level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Baca juga: Semarak PKKMB 2021 ISI Yogyakarta, Bersama Menjadi Insan Seni Berprestasi

Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budiyono mengatakan, terkait instruksi itu, Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz juga telah menandatangani Instruksi Wali Kota Magelang Nomor 6 Tahun 2021 tertangga 24 Agustus 2021, tentang PPKM Leve 4 di wilayah Kota Magelang.

"Kami masih harus menjalankan kebijakan PPKM Level 4 yang diperpanjang hingga 30 Agustus 2021, meskipun kasus aktif Covid-19 sudah menurun, bed occupancy rate (BOR) rumah sakit juga tinggal 30 persen," katanya Kamis (26/08/2021).

Menurut Joko, saat ini pihaknya berupaya untuk memperbaiki pendataan kasus Covid-19 antara daerah, provinsi, dan pusat.

Sebab, seringkali perbedaan data membuat penanganan Covid-19 tidak relevan dengan kejadian di lapangan

Ia menyebut Kota Magelang menjadi daerah penyangga dalam testing swab PCR. Tidak jarang, hasil testing warga luar daerah tersebut justru masuk hitungan wilayah Kota Magelang.

"Ternyata data pusat itu juga memasukan warga luar yang kebetulan tesnya di sini dan masuk hitungan. Oleh karena itu, mulai sekarang kita akan sepadankan data supaya tidak bercampur. Jadi, data antara pusat, provinsi, dan daerah itu sama," sebut Joko, yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved