Breaking News:

Persiapan Belajar Tatap Muka, Sekolah di Sleman Mulai Minta Persetujuan Orangtua

sekolah tingkat SD maupun SMP kini sudah mulai melakukan persiapan. Satu di antaranya meminta izin atau persetujuan kepada orangtua murid

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sekolah tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Sleman mulai melakukan persiapan untuk belajar tatap muka. 

Saat ini sekolah di Kabupaten Sleman memang masih menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kapan digelar masih belum ada kepastian.

Namun, sekolah tingkat SD maupun SMP kini sudah mulai melakukan persiapan. Satu di antaranya meminta izin atau persetujuan kepada orangtua murid agar bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengatakan telah mendata kembali sekolah di Sleman dalam rangka persiapan belajar tatap muka melalui pengawas dan kepala sekolah.

Syarat agar siswa dapat kembali belajar di sekolah di tengah situasi pandemi corona menurutnya sangat banyak. Satu di antaranya, harus mendapat persetujuan dari orang tua siswa.

"Nah, kita mulai melakukan persiapan itu, (minta izin orang tua siswa). Baru mulai dilakukan hari ini," kata dia, Senin (6/9/2021).

Meminta izin dari orang tua siswa ini adalah bagian dari persiapan. Bila Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengizinkan, maka melalui persiapan itu, belajar tatap muka di Bumi Sembada bisa langsung dijalankan.

Ery memastikan, persiapan yang tengah dilakukan itu tidak terlalu dini. Sebab, persiapan sekolah tatap muka memang harus dilakukan dengan cermat.

Di samping itu, persiapan juga dilaksanakan seiring program vaksinasi bagi pelajar yang terus dikebut. Hingga kini, menurutnya, 70 persen pelajar SMP di Sleman telah disuntik vaksin.

"Kapan PTM dibuka atau diizinkan, kami belun tau. Masih menunggu kebijakan pimpinan. Tapi kami harus mempersiapkan segala sesuatunya. Jika tiba-tiba dibuka agar bisa punya acuan," kata Ery.

Persetujuan dari orang tua ini nantinya akan dijadikan nota dinas ke Bupati sebagai dasar pertimbangan sekolah tatap muka.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo belum memutuskan kapan pembelajaran tatap muka akan digelar. Pihaknya hingga kini masih menunggu instruksi dari Gubernur DIY, sambil melakukan percepatan vaksinasi bagi pelajar.

"Semoga PPKM di Sleman segera bisa turun level. Setelah itu, belajar tatap muka kami masih menunggu sampai vaksinasi pelajar selesai," ujar dia.

(*/rif/ Tribun Jogja )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved