Breaking News:

Arca Tanpa Kepala dan Tiga Jaladwara Ditemukan Warga Klaten di Dua Tempat Berbeda

atu buah fragmen arca batu tanpa kepala dan tiga buah batu jaladwara (batu pancuran air pada candi atau petirtaan) ditemukan oleh warga Desa Taji

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Warga saat menunjukan penemuan arca batu tanpa kepala dan tiga batu jaladwara di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Satu buah fragmen arca batu tanpa kepala dan tiga buah batu jaladwara (batu pancuran air pada candi atau petirtaan) ditemukan oleh warga Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa tengah di dua tempat berbeda.

Empat bebatuan kuno tersebut kemudian dievakuasi oleh warga ke kantor desa setempat agar berada pada tempat yang lebih aman.

Kepala Dusun (Kadus) 1 Desa Taji, Handoko menyebut fragmen arca batu tanpa kepala itu ditemukan di tepi jalan desa tepatnya di Kampung Pandeyan II.

Baca juga: Temuan Terowongan Kuno di Sabranglor Klaten Diduga Saluran Penampungan Air Zaman Belanda

Baca juga: Warga Klaten Digegerkan Temuan Terowongan di Tengah Kampung, Diduga Peninggalan Belanda

"Saat ditemukan fragmen arca itu berada di tepi jalan, awalnya warga warga menduga itu batu kali biasa," ucapnya saat Tribun Jogja temui di desa tersebut, Jumat (3/9/2021).

Kemudian, lanjut Handoko, tiga buah batu jaladwara ditemukan oleh warga dalam posisi terkubur di dekat komplek makam Kempul kampung Beji pada Kamis (19/8/2021).

"Itu posisi terkubur di kedalaman sekitar 1,5 meter di bawah tanah. Posisinya di dekat pemakaman," jelasnya.

Tiga batu jaladwara ini, kata dia saat dievakuasi ke balai desa dibantu oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

"Kalau jaladwara itu sudah kita laporkan dulu itu dan sudah dicek oleh BPCB. Saat ini memang dititipkan disini untuk dirawat," ucapnya.

Menurut Handoko, tiga buah jaladwara itu saat ditemukan hingga sekarang kondisinya masih utuh dan bagus.

"Kalau fragmen arca batu itu kita temukan tanpa kepala, kalau jaladwara ini kondisinya masih utuh dan detail ukirannya juga terlihat," imbuh dia.

Baca juga: Wajan Raksasa di Bantul Diduga Peninggalan Belanda yang Digunakan Sebagai Landasan Pompa Air

Baca juga: Situs Mintorogo Berbentuk Stupa Tunggal di Prambanan Sleman Diduga Peninggalan Abad 8 Masehi

Ia pun mengatakan jika di desa itu dulunya juga pernah ditemukan oleh warga sebuah bebatuan kuno berbentuk yoni.

"Dulu juga pernah ditemukan batu petak seperti yoni itu, tapi saya nggak ingat tahun berapa," ulasnya.

Sementara itu, Pegiat Cagar Budaya Klaten, Harry Wahyudi yang juga ikut dalam evakuasi fragmen arca batu itu mengatakan jika dilihat secara sekilas fragmen arca batu itu memang terlihat seperti batu biasa.

"Sekilas seperti batu kali sehingga tersamar bersama sampah dedaunan di tepi jalan. Tapi saat saya lihat tadi pagi, saya yakin itu fragmen arca dan perlu dievakuasi ke tempat aman," imbuhnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved