Berita Kesehatan

Mengenal Istilah 'Kolesterol Baik' dan 'Kolesterol Jahat', Apa Perbedaan Keduanya?

Kolesterol jahat dikenal dengan istilah Lipoprotein densitas rendah (LDL) dan kolesterol baik disebut Lipoprotein densitas tinggi (HDL)

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Ada dua jenis kolesterol yang perlu Anda ketahui. Meliputi kolesterol jahat yang dikenal pula dengan istilah Lipoprotein densitas rendah (LDL) dan ada kolesterol baik yang disebut Lipoprotein densitas tinggi (HDL).

Apa perbedaan keduanya?

Perbedaan tersebut didasarkan pada apa yang dibawa oleh lipoprotein. Berikut penjelasannya ;

1. Lipoprotein densitas rendah (LDL)

LDL, atau kolesterol "jahat", mengangkut partikel kolesterol ke seluruh tubuh Anda. 

Kolesterol LDL bisa menumpuk di dinding arteri Anda, membuatnya menjadi keras dan sempit.

2. Lipoprotein densitas tinggi (HDL)

HDL, atau kolesterol "baik", mengambil kelebihan kolesterol dan membawanya kembali ke hati Anda.

Penyebab kadar kolesterol tinggi dalam darah juga dipicu oleh profil lipid juga biasanya mengukur trigliserida, sejenis lemak dalam darah. 

Memiliki kadar trigliserida yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca juga: 10 Gejala Naiknya Kadar Kolesterol dalam Darah yang Perlu Anda Waspadai

Sementara itu, faktor-faktor yang dapat Anda kendalikan, meliputi

  • Tubuh kurang aktif
  • Obesitas
  • Pola makan yang tidak sehat

Ketiganya dapat berkontribusi pada kolesterol tinggi dan kolesterol HDL rendah. 

Faktor-faktor yang berada di luar kendali Anda mungkin juga berperan. Misalnya, susunan genetik Anda mungkin mencegah sel mengeluarkan kolesterol LDL dari darah Anda secara efisien atau menyebabkan hati Anda memproduksi terlalu banyak kolesterol.

Komplikasi Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa memicu berbagai macam penyakit yang mengancam jiwa. Antara lain stroke, serangan jantung dan nyeri dada.

Jika tak dikelola dengan baik, maka bukan tidak mungkin komplikasi kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa menyebabkan kematian mendadak seperti serangan jantung.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved