Nasional
Aliansi Ilmuwan Indonesia Beberkan Caranya Agar Indonesia Terbebas dari Pandemi Covid-19
Perlu adanya jalan keluar yang dipikirkan dan diwujudkan untuk menekan mortalitas dan morbiditas Covid-19.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Titik vaksinasi massal di DI Yogyakarta terus ditambah untuk menggenjot cakupan suntikan vaksin bagi remaja dan masyarakat umum.
Hal yang sama dilakukan pemerintah pusat untuk mempercepat pencapaian kekebalan komunal masyarakat.
Meski begitu, menurut Aliansi Ilmuwan Indonesia untuk Penyelesaian Pandemi, vaksinasi bukanlah satu-satunya cara agar negara bisa keluar dari jerat pandemi Covid-19.
Diketahui, Aliansi Ilmuwan Indonesia itu merupakan sekelompok ilmuwan Indonesia yang independen dan non-partisan dengan latar belakang disiplin dan institusi yang beragam.
Anggotanya terdiri dari Sulfikar Amir PhD dari Nanyang Technological University, Pandu Riono PhD dan Dicky Pelupessy PhD dari Universitas Indonesia dan Irma Hidayana PhD dari St Lawrence University yang juga mengurusi LaporCovid19.org.
Baca juga: Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Targetkan 2,3 Juta Suntikan Per Hari pada September Ini
Selanjutnya, Iqbal Elyazar PhD dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit, Ines Atmosukarto PhD dari Australian National University dan Yanuar Nugroho PhD dari ISEAS-Yusof Ishak Institute.
Serta, Arief Anshory Yusuf PhD dari Universitas Padjajaran dan Septian Hartono PhD dari Duke-NUS Graduate Medical School.
Sulfikar mengatakan, di masa pandemi ini, sebenarnya Indonesia masih rentan untuk menghadapi gelombang pandemi virus corona berikutnya.
Hal itu lantaran masih banyak kendala yang tidak bisa diprediksi di masa depan, termasuk mutasi virus Sars-CoV-2 serta efektifitas vaksin Covid-19
“Walaupun saat ini jumlah kasus Covid-19 sudah menurun secara nasional, tapi naif kalau berasumsi gelombang kedua sudah berakhir dan tidak bijak untuk mengatakan pandemi sudah terkendali,” ungkapnya dalam webinar ‘Skenario Pasca Pandemi’, Rabu (1/9/2021).
Dia mengungkap, bisa saja di masa yang akan datang, muncul lagi gelombang pandemi karena struktur genetika virus Sars-CoV-2 masih bermutasi.
Baca juga: Mengenal Smart Vaccine Tube, Alat Penyimpan Vaksin Covid-19 Karya Mahasiswa UGM
Dengan begitu, risiko terjadinya gelombang berikutnya masih tinggi dan tetap tidak bisa diprediksi.
“Ketika terjadi lonjakan kasus, pemerintah segera memberlakukan pembatasan sosial. Ketika pelonggaran dilakukan, serta merta mobilitas dan aktivitas masyarakat memicu naiknya jumlah kasus. Begitu seterusnya,” jelasnya.
Dari pola itu, ketika varian baru yang lebih ganas muncul, negara bisa kesulitan untuk keluar dari krisis kesehatan publik berkepanjangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aliansi-ilmuwan-indonesia-beberkan-caranya-agar-indonesia-terbebas-dari-pandemi-covid-19.jpg)