Breaking News:

Pelaku Arisan Online Bodong dengan Omzet Ratusan Juta Berhasil Diamankan di Polres Magelang

Polres Magelang berhasil mengamankan seorang perempuan terduga pelaku penipuan dengan modus arisan online bodong berinisial RDA (29) yang beralamat

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Polres Magelang saat menunjukan barang bukti saat konferensi pers, di Lobi Polres Magelang, Selasa (31/08/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Polres Magelang berhasil mengamankan seorang perempuan terduga pelaku penipuan dengan modus arisan online bodong berinisial RDA (29) yang beralamat di Kalinegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Adapun, pelaku melancarkan aksi penipuan dengan sistem arisan menurun, oper slot, dan duos (arisan yang hanya diikuti sebanyak 3 orang).

Dari tindakan penipuan tersebut, pelaku berhasil mendapatkan keuntungan sebesar Rp 300 juta dari 55 korban (member).

Baca juga: Masih PPKM Level 4, Pemkab Gunungkidul Prioritaskan Vaksinasi COVID-19 Agar Bisa Turun Level

Petugas pun berhasil mengamankan berbagai barang bukti saat melakukan penangkapan terhadap tersangka di antaranya, satu buah handphone, rekening koran milik tersangka, rekening koran milik korban, dan pakaian tersangka.

Kasatreskrim AKP Muhammad Alfan, mengatakan, motif yang dilakukan pelaku untuk menjaring para korbannya melalui sosial media instagram dengan nama 'ARISAN MENURUN BY ECHY' sejak Desember 2019. 

Namun, para korban mulai tidak mendapatkan imbal/ pencairan hasil pada Januari 2021.

Untuk meyakinkan dan menarik minat para korbannya, pelaku menggunakan identitas-identitas fiktif yang sudah terdaftar dalam arisannya.

"Pelaku berperan seorang diri dalam melancarkan aksinya, baik sebagai admin maupun owner dari arisan bodong ini. Di mana, tersangka memperoleh keuntungan dari alokasi biaya sebagai admin atau owner ditambah keuntungan dari identitas fiktif yang didaftarkan pelaku," jelasnya saat konferensi pers di Lobi Mapolres Magelang, Selasa (31/08/2021).

Ia menambahkan, selain melakukan penipuan dengan motif arisan bodong, pelaku yang sebelumnya bekerja sebagai sales handphone juga melakukan penipuan berkedok investasi.

Baca juga: Prihatin, PHRI DIY Sebut Okupansi Hotel di DI Yogyakarta Tak Lebih 30 Persen

Di mana, tersangka menjanjikan dapat melipatgandakan keuntungan para korbannya.

"Adapun, cara keja investasi bodong ini dilakukan, korban menyerahkan sejumlah uang dengan tempo waktu tertentu (yang menentukan tempo admin) dan setelah jatuh tempo maka member akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda, (kelipatan juga di tentukan oleh admin)," ujarnya.

Sementara itu, dari hasil penyelidiakan, tersangka mengaku uang hasil penipuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Atas tindakan penipuan tersebut, tersangka dikenai tindak pidana penipuan dan atau penggelapan Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 378 KUHPidana  dan atau Pasal 372 KUHPidana (ancaman pidana penjara paling lama empat tahun). (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved