Teka-teki Keberadaan Pemimpin Tertinggi Taliban Terungkap, Inilah Sosoknya

Hal itupun menjadi jawaban teka-teki Akhundzada yang keberadaannya sering tidak diketahui dan tak pernah keluar di depan umum.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.cfr.org
Ilustrasi: Milisi Taliban di Afghanistan 

TRIBUNJOGJA.COM - Teka-teki terkait keberadaan pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, akhirnya terungkap.

Hibatullah Akhundzada disebut berada di Afghanistan dan kabarnya bakal segera tampil ke hadapan publik.

Pengumuman itu disampaikan oleh juru bicara Taliban pada Minggu (29/8/2021).

Hal itupun menjadi jawaban teka-teki Akhundzada yang keberadaannya sering tidak diketahui dan tak pernah keluar di depan umum.

"Dia ada di Kandahar. Dia sudah lama tinggal di sana," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dikutip dari AFP.

"Dia akan segera tampil di depan umum," tambah wakil juru bicara Bilal Karimi.

Baca juga: Mengenal ISIS-K yang DIsebut-sebut Sebagai Musuh Besar Taliban

Baca juga: Mobil Penuh Bom Milik ISIS-K yang Hendak Menuju ke Bandara Kabul Dihancurkan Drone AS

Akhundzada memimpin Taliban sejak 2016 ketika kelompok itu mengalami krisis.

Hanya sedikit yang diketahui tentang peran sehari-hari Akhundzada.

Profil publiknya sebagian besar terbatas pada rilis pesan tahunan selama hari-hari libur Islam.

Dia belum mengeluarkan pernyataan apa pun sejak Taliban kuasai Afghanistan pada pertengahan Agustus.

Taliban memiliki sejarah panjang dalam menyembunyikan pemimpin tertinggi mereka.

Orang-orang berkumpul di sekitar bendera Taliban saat mereka menunggu kerabat dibebaskan dari penjara di Afghanistan menyusul 'amnesti' oleh Taliban, dekat titik perbatasan Pakistan-Afghanistan di Chaman pada 17 Agustus 2021.
Orang-orang berkumpul di sekitar bendera Taliban saat mereka menunggu kerabat dibebaskan dari penjara di Afghanistan menyusul 'amnesti' oleh Taliban, dekat titik perbatasan Pakistan-Afghanistan di Chaman pada 17 Agustus 2021. (AFP)

Pendiri Taliban, Mullah Mohammad Omar, diketahui jarang bepergian ke Kabul ketika kelompok itu berkuasa pada 1990-an.

Omar juga jarang terlihat di kompleksnya di Kandahar, bahkan enggan bertemu dengan tamu yang berkunjung.

Kandahar adalah tempat kelahiran Taliban pada 1990-an.

Sosok Pemimpin Taliban dan Orang-orang di Belakangnya

Taliban telah mengejutkan dunia setelah menguasai kembali Afghanistan hanya dalam waktu 10 hari, dengan cepat mengambil alih kendali kota-kota besar dan kecil.

Masih belum jelas siapa yang nantinya akan mengambil tangkup pemerintahan baru.

Namun, apa yang kita ketahui tentang pemimpin Taliban sejauh ini, siapa saja mereka?

Mengutip dari kompas.com, berikut sosok-sosok penting dalam organisasi Taliban :

1. Hibatullah Akhundzada

Hibatullah Akhundzada menjadi panglima tertinggi Taliban pada Mei 2016.

Pada periode 1980-an, dia terlibat dalam perjuangan melawan kampanye militer Soviet di Afghanistan, tapi reputasinya lebih dari sekadar pemimpin agama dibandingkan pemimpin militer.

Akhundzada bekerja sebagai kepala Pengadilan Syariah pada 1990-an.

Setelah pertama kali mendapat kekuasaan pada 1990-an, Taliban mempromosikan dan mendukung hukuman sesuai dengan interpretasi mereka yang sempit mengenai hukum Islam: mereka mengeksekusi pembunuh dan pezina di muka umum, dan memotong anggota tubuh pencuri.

Mawlawi Hibatullah Akhundzada adalah seorang politikus sekaligus pemimpin agama yang menjadi Panglima Tertinggi ketiga Taliban
Mawlawi Hibatullah Akhundzada adalah seorang politikus sekaligus pemimpin agama yang menjadi Panglima Tertinggi ketiga Taliban (AFGHAN ISLAMIC PRESS via BBC INDONESIA)

Di bawah kepemimpinan tertutup Mullah Mohammed Omar (yang diperkirakan meninggal pada 2013), Taliban juga melarang adanya televisi, musik, bioskop, rias wajah, dan melarang perempuan berusia 10 atau lebih untuk duduk di bangku sekolah.

Akhundzada diyakini berusia 60-an, dan menjalani sebagian besar hidupnya di Afghanistan.

Bagaimanapun, menurut para pakar, dia mempertahankan hubungan dekat dengan apa yang disebut "Quetta Shura"--para pemimpin Taliban Afghan yang dikatakan berbasis di kota Quetta, Pakistan.

Sebagai panglima tertinggi kelompok tersebut, Akhundzada bertanggung jawab atas urusan politik, militer, dan agama.

2. Abdul Ghani Baradar Mullah

Abdul Ghani Baradar adalah satu dari empat tokoh laki-laki yang mendirikan Taliban pada 1994.

Dia menjadi ujung tombak pemberontakan setelah Taliban digulingkan oleh invasi AS pada 2001.

Namun, dia ditangkap dalam operasi gabungan AS-Pakistan di Kota Karachi, Pakistan Selatan, Februari 2010.

Dia menjalani hukuman penjara selama delapan tahun, sampai akhirnya dibebaskan sebagai bagian dari rencana untuk memfasilitasi proses perdamaian.

Dia telah menjadi kepala kantor politik di Qatar sejak Januari 2019.

Pada 2020, Baradar menjadi pemimpin pertama Taliban yang berkomunikasi secara langsung dengan presiden AS setelah melakukan perbincangan dengan Donald Trump.

Hari ini, Abdul Ghani Baradar adalah pemimpin politik utama Taliban.

"Kami memperoleh kemenangan yang tak disangka-sangka... sekarang, ini adalah tentang bagaimana kami melayani dan melindungi rakyat kami," kata Baradar dalam sebuah pernyataan yang direkam di Doha, ibu kota Qatar, di mana dia menjadi bagian dari tim negosiasi Taliban dalam perundingan damai.

Baca juga: Bendera Afghanistan Diganti dengan Simbol-simbol Milisi Taliban

Baca juga: Presiden Afghanistan Muncul ke Publik, Ini Pengakuan dan Alasannya Pergi saat Taliban Kuasai Kabul

3. Mohammad Yaqoob

Mohammad Yaqoob adalah anak dari pendiri Taliban, Mullah Mohammed Omar.

Dia diyakini berusia lebih kurang 30 tahun, dan masih mengambil peran sebagai pemimpin operasi militer Taliban.

Setelah kematian mantan pemimpin Taliban, Akhtar Mansour pada 2016, sejumlah militan menginginkan Yaqoob menjadi panglima tertinggi yang baru, tapi sebagian lainnya merasa bahwa dia masih terlalu muda dan kurang pengalaman.

Menurut laporan media lokal, Yaqoob tinggal di Afghanistan.

Pejuang Taliban menjaga jalan dekat Zanbaq Square di Kabul Afghanistan setelah serangan kilat mereka.
Pejuang Taliban menjaga jalan dekat Zanbaq Square di Kabul Afghanistan setelah serangan kilat mereka. (AFP)

4. Sirajuddin Haqqani

Sirajuddin Haqqani adalah salah satu wakil pimpinan tertinggi Taliban.

Setelah kematian ayahnya, Jalaluddin Haqqani, dia menjadi pemimpin baru dari jaringan Haqqani, yang telah dihubung-hubungkan dengan sejumlah serangan paling kejam di Afghanistan saat melawan pasukan pemerintah dan sekutu Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Jaringan Haqqani merupakan salah satu yang paling kuat dan ditakuti di dalam kelompok Taliban.

Sebagian orang mengatakan, geng mereka lebih berpengaruh dibandingkan kelompok ISIS di Afghanistan.

Kelompok tersebut, yang dilabeli oleh AS sebagai organisasi teroris, berperan mengawasi keuangan dan aset militer Taliban di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Haqqani diyakini berusia sekitar 45 tahun, dan keberadaannya tidak diketahui.

5. Abdul Hakeem

Pada September 2020, Taliban menunjuk Abdul Hakem sebagai kepala tim negosiasi Taliban yang baru di Doha.

Dia diyakini berusia sekitar 60 tahun.

Ia dilaporkan mengelola sebuah madrasah di Quetta, Pakistan, sekaligus mengawasi sistem peradilan Taliban.

Banyak pemimpin senior Taliban dilaporkan mengungsi ke Quetta untuk menggerakkan para militan dari sana.

Akan tetapi, Islamabad telah membantah tentang keberadaan "Quetta Shura". Hakeem juga mengepalai dewan ulama yang kuat diyakini sebagai salah satu yang paling dekat dengan panglima tertinggi, Akhundzada.

( kompas.com )

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved