Mobil Penuh Bom Milik ISIS-K yang Hendak Menuju ke Bandara Kabul Dihancurkan Drone AS
Mobil Penuh Bom Milik ISIS-K yang Hendak Menuju ke Bandara Kabul Dihancurkan Drone AS
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM,WASHINGTON DC – Militas ISIS-K kembali berencana untuk meledakan bom mobil di bandara Kabul yang saat ini dipenuhi warga yang hendak meninggalkan Afghanistan.
Kendaraan yang akan digunakan untuk bom mobil pun sudah menuju ke bandara.
Namun rencana bom mobil tersebut berhasil dideteksi intelejen AS.
Mobil yang dipenuhi dengan bom berdaya ledak tinggi tersebut akhirnya berhasil diserang oleh pesawat tak berawak milik AS.
Mobil penuh bahan peledak tersebut akhirnya hancur setelah diserang pesawat tak berawak AS pada Minggu (29/8/2021).
Serangan bom mobil di bandara Kabul sebelumnya menewaskan banyak orang pada Kamis (26/8/2021) lalu.
Ancaman serangan bom pun terus meningkat jelang akhir evakuasi WNA dari Afghanistan pada Selasa (31/8/2021).
"Pasukan militer AS melakukan serangan udara tak berawak di atas cakrawala hari ini di sebuah kendaraan di Kabul, dan menghilangkan ancaman ISIS-K yang akan segera terjadi di bandara Internasional Hamad Karzai," juru bicara Komando Pusat AS Kapten Angkatan Laut Bill Urban menulis dalam sebuah pernyataan melansir CNN.
Pasukan AS berlomba menyelesaikan operasi evakuasi mereka sebelum batas waktu Selasa (31/8/2021).
Baca juga: AS Lancarkan Serangan Balasan Terhadap ISIS di Afghanistan, Buntut Aksi Bom Bunuh Diri
Baca juga: 90 Warga Afghanistan Tewas Akibat Ledakan Bom
Namun upaya itu dihadapkan dengan ancaman serangan teror baru di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul.
Sebuah bom bunuh diri di luar gerbang bandara pada Kamis (26/8/2021) menewaskan 13 anggota layanan AS dan sedikitnya 170 lainnya.
Serangan pesawat tak berawak Minggu (29/8/2021) menyasar kendaraan adalah operasi kedua pasukan AS yang menargetkan kelompok teror ISIS-K dalam waktu tiga hari.
"Kami yakin berhasil mencapai target. Ledakan sekunder yang signifikan dari kendaraan menunjukkan adanya sejumlah besar bahan peledak." seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com dalam artikel berjudul "Militer AS Serang Kendaraan ISIS-K yang Penuh Bahan Peledak di Kabul dengan Pesawat Tak Berawak".
Taliban, yang sekarang menguasai Afghanistan, mengutuk serangan itu pada Minggu (29/8/2021) malam, dengan mengatakan AS telah melanggar kedaulatan negara itu.
Bilal Kareemi, juru bicara Taliban, mengatakan kepada CNN bahwa "tidak benar melakukan operasi di wilayah lain".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mobil-penuh-bom-milik-isis-k-yang-hendak-menuju-ke-bandara-kabul-dihancurkan-drone-as.jpg)