Mengenal ISIS-K yang DIsebut-sebut Sebagai Musuh Besar Taliban
ISIS-K atau ISIS-Khorasan terus berusaha untuk menargetkan bandara, menyerang pasukan AS dan sekutunya, serta menyerang warga sipil tak berdosa
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - ISIS-Khorasan atau ISIS-K disebut-sebut merupakan salah satu musuh terbesar dari organisasi Talliban di Afghanistan.
Hal itu merujuk pada pernyatan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden.
Taliban sendiri merupakan organisasi militan yang belakangan telah menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul.
Dalam pidatonya tentang proses evakuasi dari Afghanistan, Presiden AS Joe Biden juga menyinggung tentang betapa berbahayanya kelompok yang disebut ISIS-K.
Baca juga: Detik-detik Pasukan Elit Inggris SAS Berhasil Evakuasi Prajurit yang Dikepung Taliban di Kandahar
Baca juga: Bendera Afghanistan Diganti dengan Simbol-simbol Milisi Taliban
Dia mengatakan, ISIS-K atau ISIS-Khorasan terus berusaha untuk menargetkan bandara, menyerang pasukan AS dan sekutunya, serta menyerang warga sipil tak berdosa.
"Semakin lama kami di sana, semakin kami berisiko diserang oleh ISIS-K, yang juga adalah musuh besar Taliban," ujar Biden pada Selasa (24/8/2021).
Dalam perkembangan terbaru, ISIS-K megeklaim bertanggung jawab dalam serangan bom di luar bandara Kabul, yang membunuh puluhan tentara AS maupun warga sipil Afghanistan.
Lalu sebenarnya, apa itu ISIS-K?
Banyak yang familiar dengan nama ISIS alias Negara Islam di Irak dan Suriah.
Sementara ISIS-K yang dimaksudkan Biden merujuk pada ISIS-Khorasan. Melansir KSL, ISIS-K merupakan "afiliasi" ISIS di Pakistan dan Afghanistan.
Khorasan sendiri adalah istilah modern untuk wilayah timur Persia kuno sejak abad ke-3.
Khorasan meliputi wilayah yang kini merupakan bagian dari Iran, Afganistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.
Baca juga: Ini Dia Pasukan Khusus Taliban Badri 313
Baca juga: Presiden Afghanistan Muncul ke Publik, Ini Pengakuan dan Alasannya Pergi saat Taliban Kuasai Kabul
Menurut laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS), ISIS-K terlibat dalam hampir 100 serangan terhadap warga sipil di Afghanistan dan Pakistan sejak 2017.
Kelompok tersebut juga terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan dari AS, Afghanistan, dan Pakistan, sebanyak sekitar 250 kali.
Menurut USA Today, ISIS-K dan Taliban tidaklah akur dan saling bertempur satu sama lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bendera-isis_20180613_131625.jpg)