Breaking News:

Yogyakarta

Kejar Pelaksanaan PTM di Yogya, DPR RI Dorong Pemda Serius Turunkan Level PPKM 

Untuk memenuhi syarat PTM mengenai vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi untuk kalangan pelajar di DIY dapat dipercepat.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Anggota DPR RI, My Esti Wijayati, saat dijumpai di Wirogunan, Kota Yogyakarta, Minggu (29/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - DI Yogyakarta sejauh ini masih menjadi satu di antara daerah yang menerapkan PPKM Level 4.

Padahal, sesuai instruksi pemerintah pusat, pembelajaran tatap muka (PTM) cuma diizinkan di daerah PPKM Level 1, 2 dan 3. 

Karena itu, Anggota DPR RI, My Esti Wijayati mendorong,  supaya pemerintah daerah di DIY, baik tingkat provinsi atau kota-kabupaten, untuk mengerahkan tenaga, agar kebijakan PPKM berjalan baik, dengan harap segera turun level. 

"Tapi, itu butuh peran semua pihak, untuk ikut mendukung, supaya PPKM ini terlaksana dengan baik dan kita segera bisa turun level. Beberapa daerah juga sudah banyak yang turun kok itu, mereka bisa," ungkap Esti, Minggu (29/8/2021). 

Baca juga: Banyak Baliho Tokoh Politik Tak Berizin, Kesbangpol DIY Akan Panggil Petinggi Parpol

Walau begitu, ia bisa memahami kesulitan yang dirasakan para pekerja harian dan pelaku usaha kecil, saat PPKM yang berimbas pada berbagai pembatasan diterapkan.

Karena itu, pemerintah harus dapat menunjukkan kehadirannya. 

"Itu kewajiban pemerintah, baik pusat, maupun daerah. Namun, sebagai sesama warga negara, kita juga harus ikut serta, gotong royong dan salin membantu," cetusnya. 

Di samping itu, untuk memenuhi syarat PTM mengenai vaksinasi, Anggota Komisi X DPR RI itu juga berharap agar pelaksanaan vaksinasi untuk kalangan pelajar di DIY dapat dipercepat.

Setidaknya, selesai sebelum akhir tahun. 

Sehingga, imbuhnya, saat sebaran Covid-19 di DIY telah menurun drastis, dan turun dari level 4, semua pelajarnya sudah dalam keadaan tervaksin.

Baca juga: Kasus Aktif COVID-19 Menurun, Wabup Yoga Hardaya Yakin PPKM di Klaten Turun Level

Dengan begitu, KBM tatap muka pun bisa diizikan untuk dilangsungkan kembali. 

"Jadi, tidak cuma tenaga pendidik dan tenaga kependidikan saja, tapi semua anak didiknya juga harus tervaksin. Itu kan sesuai syarat dari Satgas Covid-19 dan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim," ucap legislator asal DIY tersebut. 

Esti pun mengaku sangat berharap, PTM, khususnya di DI Yogyakarta, dapat segera berjalan kembali.

Sebab, berdasar analisis dari sejumlah pakar pendidikan, hasil pembelajaran jarak jauh, atau daring, tidak terlalu optimal. 

"Ini pekerjaan rumah untuk dunia pendidikan kita. Hampir dua tahun, tidak ada pendidikan secara langsung atau tatap muka. Pasti kalangan orang tua siswa merasa, sebenarnya yang sekolah itu kita, atau anak kita," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved