UPDATE COVID : Jumlah Warga yang Menjalani Isolasi di Giripeni dan Asrama Haji Yogya Menurun

Jumlah warga yang menjalani isolasi terpusat (Isoter) di shelter Rusunawa Giripeni, Kulonprogo dan Asrama Haji Yogyakarta tercatat mengalami penurunan

Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Isoter Rusunawa Giripeni di Kabupaten Kulon Progo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Jumlah warga yang menjalani isolasi terpusat (Isoter) di shelter Rusunawa Giripeni, Kulonprogo dan Asrama Haji Transit Yogyakarta tercatat mengalami penurunan. Hal ini diyakini merupakan imbas dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Adapun berdasarkan data terakhir dari Kemenag DIY pada Kamis (26/8/2021) siang, menunjukkan bahwa jumlah pasien yang masih menjalani isolasi di Asrama Haji Yogyakarta tinggal 21 pasien.

Penurunan ini terhitung cukup drastis terutama jika dibandingkan dengan akhir Juli lalu yang mencapai 58 persen.

Kemudian tren jumlah pasien yang menjalani isoter di Asrama Haji Transit Yogyakarta terus mengalami penurunan terhitung sejak 7 Agustus 2021.

Sementara itu, penurunan jumlah warga yang menjalani isolasi juga terjadi di Isoter Rusunawa Giripeni, Kulon Progo.

Penurunan ini terjadi seiring dengan penurunan jumlah kasus positif harian di Kulon Progo.

Person In Charge (PIC) Isoter Rusunawa Giripeni, Wahyu Budiarto mengatakan pada Kamis (26/8/2021), bahwa pasien yang menghuni di isoter ada 22 orang.

Terdiri dari 17 orang berjenis kelamin laki-laki dan lima orang perempuan. 

"Perkembangan pasien yang menghuni di isoter semakin turun seiring kasus positif harian di Kulon Progo yang juga turun," kata Wahyu.

Dikatakannya, pasien yang menghuni di isoter paling tinggi terjadi lima hari yang lalu ada sekitar 67 orang. 

Kasus positif di DIY masih fluktuatif

Meski ada tren penurunan, namun jumlah kasus terkonfirmasi positif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebenarnya terhitung masih fluktuatif. Oleh sebab itu, PPKM Level 4 pun masih diberlakukan.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menekankan bahwa dirinya akan mengandalkan percepatan vaksinasi untuk menekan angka penularan sehingga jumlahnya bisa menurun secara konsisten.

Lantaran jumlah penurunan yang masih fluktuatif dan mengingat cakupan vaksinasi yang belum merata, Sri Sultan juga belum memberikan pelonggaran terhadap sejumlah aktivitas masyarakat. Utamanya pelonggaran di tempat wisata maupun pelonggaran pada aktivitas pembelajaran tatap muka.

"Tempat wisata iya (belum dilonggarkan), pelajar juga begitu. Pelajarnya belum divaksin saya nggak berani, resiko terlalu besar. Kalau (kasus) naik lagi nanti akan sulit. Jangan sampai terjadi seperti di (negara) luar. Begitu diberi kebebasan sedikit tapi akhirnya lockdown," jelas Sri Sultan, Kamis (26/8/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved