Kabupaten Sleman
Puluhan Santri dan Pengurus Positif Covid-19, Aktivitas Ponpes di Sleman Dibatasi
Aktivitas berupa pembelajaran dan kegiatan ekstra di dalam pondok pesantren (ponpes) di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman dibatasi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivitas di dalam pondok pesantren (ponpes) di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman dibatasi.
Pembelajaran dan kegiatan ekstra sementara dihentikan.
Hal ini menyusul temuan adanya 84 santri dan pengurus yang dinyatakan positif terpapar Coronavirus Disease-2019 (covid-19).
"Pondok sekarang dilakukan pembatasan aktifitas," kata Panewu Mlati, Yakti Yudanto, Jumat (27/8/2021).
Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan pengasuh pondok pesantren supaya menghentikan sementara kegiatan pembelajaran, ataupun kegiatan ekstra para santri.
Baca juga: 84 Santri dan Pengurus Ponpes di Sleman Terpapar Covid-19
Pihak pondok diakui juga sudah menyanggupi.
Rencananya ditutup sementara hingga 14 hari.
Teknis pemantauan diserahkan kepada Satuan Tugas Kalurahan Tirtoadi.
Adanya klaster penularan ini, Yakti mengimbau kembali kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan, sebab pandemi belum berakhir.
Kebiasaan baru dengan memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan harus selalu diterapkan.
"Dengan patuh pada prokes maka kita saling menjaga. Menjaga diri kita maupun orang lain," ujar dia.
Pengajar di SMP Bumi Cendekia, Hilman Firdaus menyampaikan, ada sekitar 101 santri di pondok pesantren Bumi Cendekia.
Jika ditambah pengurus dan guru, jumlahnya 130an orang.
Dari jumlah tersebut, 84 dinyatakan positif dan dievakuasi ke selter PIAT UGM.
Lainnya, 31 santri masih di dalam pondok.
Baca juga: Tracing Lanjutan, Puluhan Santri Ponpes di Sleman Jalani Swab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-update-corona-di-di-yogyakarta.jpg)