Pemkot Yogyakarta Targetkan 70 Persen Pelajar Tervaksin di Akhir September 2021
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mematok target setidaknya 70 persen pelajar di wilayahnya sudah tervaksin Covid-19 pada akhir September mendatang
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mematok target setidaknya 70 persen pelajar di wilayahnya sudah tervaksin Covid-19 pada akhir September mendatang.
Dengan begitu, persiapan untuk memulai kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat dilaksanakan.
Vaksinasi bagi kalangan pelajar saat ini telah digencarkan lagi oleh Pemkot Yogyakarta, setelah beberapa waktu silam sempat tertunda, lantaran ketersediaan vaksin jenis Sinovac habis.
Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 4, Ketua Pemalni: PKL Malioboro Hanya Minta Tetap Berjualan
Terang saja, pada Selasa (24/8/2021), langsung digelar vaksinasi massal, di Sentra PDAM Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, seusai mendapat alokasi dari TNI, Pemkot kini menjadikan pelajar sebagai prioritas vaksinasi.
\Sehingga, ia berharap, sebelum pergantian tahun, pembelajaran tatap muka di wilayahnya sudah bisa bergulir dengan berbagai pembatasan.
"Target kami akhir September bisa 70 persen. Sehingga, Oktober bisa kami siapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka itu. Tentunya, atas izin Dinas Pendidikan DIY, maupun pusat. Secara teknis, kita sudah siap," terangnya.
Haryadi mengakui, belakangan Pemkot mendapat banyak sekali masukan dari masyarakat, terutama kalangan orang tua dan wali murid, yang menginginkan anak-anaknya bisa belajar lagi dengan skema luring.
Ia pun menyadari, sudah terlalu lama siswa-siswi menjalani KBM online.
"Walaupun secara materi mereka tetap dapat, ilmunya masuk. Tapi, proses belajar mengajar kan bukan hanya soal akademik, sosialisasi juga sangat penting. Hanya saja, itu sekarang belum memungkinkan, karena pelajar belum seluruhnya telah tervaksin," ungkap Wali Kota.
Baca juga: Pembunuh Perempuan yang Ditemukan Terkubur di Ngemplak Sleman Terungkap, Ini Motif Pelaku
Walau begitu, orang nomor satu di kota pelajar tersebut menegaskan, Pemkot tinggal menyelesaikan vaksinasi agar KBM luring bisa digelar kembali. Sebab, mekanisme, serta sarana-prasarana penunjang prokes di sekolah sudah disiapkan dan telah diverifikasi Dinas Pendifikan.
"Ya, secara teknis kita sudah siap. Misalnya, keterisian kelas 50 persen, masuknya selang-seling sesuai nomor induk ganjil dan genap, sehingga nantinya Sabtu siswa itu tetap belajar. Sudah disiapkan semua," jelasnya.
"Makanya, sekarang tinggal kita kebut, ya, pelaksanaan vaksinasi untuk pelajarnya. Kita keroyok bareng-bareng itu, sama teman-teman Kodim, Polresta, dan BIN, supaya bisa secepatnya terselesaikan," imbuh Haryadi. (aka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/para-pelajar-tengah-mengantre-vaksin.jpg)