Pembunuh Perempuan yang Ditemukan Terkubur di Ngemplak Sleman Ternyata Residivis

RMD warga Jogonalan, Klaten yang menjadi pelaku tunggal pembunuhan seorang perempuan yang jazadnya ditemukan terkubur di tegalan Ngasem, Umbulmartani,

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
RMD (21) pelaku pembunuh Perempuan yang jasadnya ditemukan terkubur di tegalan Ngasem, Ngemplak, Sleman dihadirkan saat ungkap kasus di Mapolres Sleman, Selasa (24/8/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - RMD warga Jogonalan, Klaten yang menjadi pelaku tunggal pembunuhan seorang perempuan yang jazadnya ditemukan terkubur di tegalan Ngasem, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman ternyata residivis.

Pemuda berusia 21 tahun itu pernah dihukum penjara pada tahun 2020 di Polsek Kalasan, Sleman karena melakukan pencurian sepeda motor (curanmor). 

"Dia (pelaku) juga seorang residivis curanmor," kata Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudy Satria, didampingi Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono, saat konferensi pers di Mapolres Sleman, Selasa (24/8/2021). 

Baca juga: Pemkab Bantul Mendapatkan Bantuan 10 Unit Oxygen Concentrator

Kini, Ia kembali berurusan dengan pihak berwajib setelah tega membunuh teman SMP-nya, DLP (21).

Motif pembunuhan karena sakit hati, korban mengancam akan melaporkan pelaku ke pihak berwajib karena perbuatan pelecehan seksual.

Di samping itu, pelaku juga berniat menguasai harta benda korban. Jazad DLP ditemukan terkubur di tegalan wilayah Ngemplak dengan hanya memakai celana dalam pada 24 Juli 2021 lalu. 

Kurang dari satu bulan, pelaku akhirnya berhasil ditangkap di Wilayah Tenggarong, Kutai Kartanegara, setelah sebelumnya sempat kabur ke sejumlah daerah.

Saat dihadirkan dalam konferensi pers, RMD yang memakai kursi roda tertunduk. Menurutnya, hubungan dirinya dengan korban hanya sebatas teman. 

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Targetkan 70 Persen Pelajar Tervaksin di Akhir September 2021 

"Teman biasa. Dia (korban) datang ingin pinjam uang satu juta. Buat nutup hutang sama pacarnya," aku dia, sambil tertunduk. 

Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono bersyukur kasus pembunuhan bisa terungkap.

Ia berpesan terutama kepada anak-anak jika meninggalkan rumah sebaiknya izin sama keluarga.

Sebab, dalam kasus pembunuhan yang diungkap itu, korban meninggalkan rumah di Klaten untuk bertemu pelaku tanpa sepengetahuan orangtua.

Ia juga meminta agar tetap waspada di manapun dan saat bertemu siapapun. 

"Alhamdulillah (pembunuhan) ini bisa terungkap dan pelaku bisa ditangkap," ucapnya. (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved