BOR di Wilayah Bantul Alami Penurunan Hingga di Bawah 60 Persen
Dinas Kesehatan mencatat tempat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di wilayah Bantul mengalami penurunan hingga saat ini berada
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan mencatat tempat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di wilayah Bantul mengalami penurunan hingga saat ini berada di bawah 60 persen.
Turunnya BOR ini dikarenakan angka kesembuhan di Bantul yang makin tinggi dan juga terjadi penurunan kasus aktif.
"BOR sudah sangat turun, sudah di bawah ambang maksimal dan stabil. Mudah-mudahan ini trennya semakin baik," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharja, Selasa (24/8/2021).
Baca juga: Terima Ganti Rugi Tol Yogyakarta-Solo Rp 1 Miliar, Warga Klaten Ini Ingin Biayai Anaknya Naik Haji
Adapun dari data yang dimiliki per Senin (23/8/2021), BOR untuk ruang isolasi di Bantul saat ini sebesar 53,06 persen, sedangkan BOR intensif sebesar 56,41 persen.
Kendati BOR menurun, perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan (positivity rate) masih terbilang tinggi. Namun, ia tidak menyebut berapa jumlahnya.
Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan tracing dan testing agar positif rate di Bantul dapat ditekan.
"Positif rate kita masih relatif tinggi, karena kontak erat yang diperiksa masih banyak yang positif. Tapi yang jelas kasus aktif sudah sangat turun," imbuhnya.
Jika di awal terjadi lonjakan pasien, angka kasus aktifnya sebesar 15 ribu orang, namun kini angka ini turun drastis menjadi sebesar 3.000-an kasus aktif.
Adapun salah satu upaya menakan laju pertambahan Covid-19 adalah dengan vaksinasi. Agus menyatakan bahwa pihaknya terus mendatangkan vaksin secara bertahap.
"Dari vaksin yang kita terima, cakupan untuk dosis 1 sudah diangka 29 persen," ujarnya.
Pekan lalu, Dinkes Bantul telah menerimah 64 ribu dosis vaksin Moderna. Selain diperuntukkan untuk booster tenaga kesehatan (nakes), vaksin jenis ini akan diberikan kepada masyarakat umum.
Baca juga: Salam Olahraga Kembali Berkobar di Preman Pensiun Manusia Merdeka Sore Ini
Kepala Seksi (Kasie) Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan, bahwa Vaksin Moderna ini dapat diberikan ke masyarakat umum termasuk ibu hamil. Namun demikian, untuk sasaran remaja usia 12-17 tahun pihaknya masih menggunakan vaksin Sinovac.
"Remaja sudah kita mulai suntikkan (vaksin), yang paling awal lewat web, kami sudah menerima pendaftaran usia 12-17. Sambil sekarang ini sedang berjalan suntikan vaksin kepada siswa-siswa SMP bekerjasama dengan Polres dan Kodim," ungkapnya.
Sementara untuk ibu hamil ia menyebut bahwa beberapa puskesma telah melakukan pelayanan vaksinasi tersebut. Lebih dari 200 ibu hamil sudah tervaksin. Dan sebagai upaya percepatan vakasinasi untuk ibu hamil, pihaknya akan menyelenggarakan vaksinasi massal dalam waktu dekat.
"Kabupaten akan segera malakukan vaksinasi massal untuk ibu hamil, nanti targetnya 500-1.000 orang rencananya tanggal 30-31 Agustus dan 9-10 September 2021," tandasnya. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)