Breaking News:

Terima Ganti Rugi Tol Yogyakarta-Solo Rp 1 Miliar, Warga Klaten Ini Ingin Biayai Anaknya Naik Haji

Seorang warga Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menerima pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) tol Yogyakarta-Solo

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Perwakilan BPN Klaten saat menyerahkan pembayaran UGR Tol Yogyakarta-Solo di Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Selasa (24/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seorang warga Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menerima pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) tol Yogyakarta-Solo senilai Rp 1 miliar.

Uang sebanyak Rp 1 miliar itu diterima oleh warga bernama Kusdiyono. Uang itu ia terima sebagai kompensasi, setelah lahan persawahan miliknya seluas 1.158 meter persegi digilas oleh pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Pria berusia 59 tahun itu ingin menggunakan uang pembayaran UGR tol itu untuk biaya anak-anaknya naik haji ke tanah suci.

Baca juga: Salam Olahraga Kembali Berkobar di Preman Pensiun Manusia Merdeka Sore Ini

"Nanti biarkan anak-anak yang berangkat naik haji. Insyallah nanti kita daftarkan," ucap Kusdiyono saat ditemui awak media di sela-sela pembayaran UGR tol di Desa Kadirejo, Selasa (24/8/2021).

Menurutnya, ia tetap bersyukur dengan nilai UGR yang diterima meski harga tanahnya tidak naik terlalu signifikan saat pembayaran UGR itu.

"Kita ya disyukuri aja, orang hidup harus banyak bersyukur Allah yang mengatur," katanya.

Kemudian, selain untuk membiayai anak naik haji, dirinya juga ingin membelikan anaknya sebidang tanah.

"Nanti di kasih anak biar beli tanah, kita sebagai orang tua anak tiga, ya dibelikan sawah satu-satu mereka. Walau nambah dikit ya nggak apa-apa," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kadirejo, Agus Widodo mengatakan di desa yang ia pimpin terdapat 73 bidang tanah yang menerima pembayaran UGR tol Yogyakarta-Solo.

Baca juga: Ini Daftar 8 Mal di DI Yogyakarta yang Mulai Lakukan Uji Coba Pembukaan, Simak Syarat Masuknya

"Lahan di desa Kadirejo sebagian besar itu persawahan, beberapa ada juga tanah kas desa namun yang cair hari ini untuk lahan persawahan milik warga, kalau tanah kas desa belum," ucapnya.

Ia mengaku, di desa itu sawah milik warga yang terdampak tol beragam, mulai dari 600 meter persegi hingga 1.200 meter persegi.

"ananti tol itu akan membelah lahan persawahan di desa kita, untuk luas sawah milik warga yang kena ada 600 sampai 1200 meter persegi," tandasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved