Otomotif

Restorasi Yamaha DT 100 : Motor Trail Tua Idaman Kawula Muda

Yamaha DT 100 pertama kali meluncur ke pasar otomotif dalam negeri pada tahun 1976 silam dan bersaing dengan Suzuki TS 100 dan juga Honda XL 100.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Djoened Garage
Yamaha DT 100 hasil restorasi Djoened Garage. 

TRIBUNJOGJA.COM - Motor trail masih menjadi satu di antara pilihan bagi para pecinta sepeda roda dua, lantaran performa mesin dan kemampuan jelajahnya.

Tak heran, motor trail sempat menjadi segmen roda dua yang sempat berjaya, lahir sejumlah yang menjadi legenda.

Kini, rasa tertarik akan motor trail lawas kembali bangkit, baik untuk dikoleksi maupun direstorasi.

Maka jangan heran, motor trail lawas harganya pun kini melambung tinggi bahkan setelah tak lagi diproduksi.

Satu di antara trail lawas yang kini jadi primadona kawula muda ialah Yamaha DT 100, motor trail pabrikan berlambang garputala yang dirilis periode 1970 hingga 80-an di Indonesia.

Baca juga: Restorasi Yamaha AS3 Twin 125 : Nostalgia Era Awal Motor Sport Dua Silinder di Indonesia

Tergolong motor trail lawas yang mulai langka ditemui, Kheelal seorang mahasiswa asal Jakarta yang berkuliah di Yogyakarta, memiliki keinginan untuk mewujudkan motor idamannya.

Membeli motor dalam kondisi bahan atau ala kadarnya, ia lantas mempercayakan restorasinya pada Djoened Garage, bengkel kustom yang ber-workshop di Jalan Bima No.43 Nglaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

"Sewaktu pertama kali Yamaha DT 100 ini datang ke bengkel, kondisinya bagian body tidak lengkap, bagian rangka pengelasannya juga kurang bagus," ujar Muhammad Al Ishar, owner Djoened Garage.

"Owner motor ini memang ingin membangun Yamaha DT 100. Hunting motor di Jogja, dan dapat Yamaha DT 100 tahun 1981 namun dalam kondisi masih bahan," tambahnya.

Yamaha DT 100 merupakan model yang cukup populer di Indonesia.

Motor trail ini pertama kali meluncur ke pasar otomotif dalam negeri pada tahun 1976 silam dan bersaing ketat dengan Suzuki TS 100 dan juga Honda XL 100.

Memasuki era 1980-an, pamor Yamaha DT 100 mulai meredup seiring kehadiran era motor roadster ala GL Series dari Honda dan juga RX Series yang diproduksi Yamaha.

Pada tahun 1984, DT 100 pun resmi berhenti produksi di tengah lesunya penjualan motor penggaruk tanah di Indonesia.

Berbicara soal spesifikasi mesin, Yamaha DT 100 dibekali mesin berteknologi 2-langkah, berkapasitas 97 cc, silinder tunggal, berpendingin udara.

Untuk ukuran motor trail saat ini, memang dirasa kurang bertenaga.

Baca juga: Transformasi Yamaha Nouvo Z Jadi Motor Minion, Kustom Unik Green Custom Motorcycle Bantul

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved