Dua Kelurahan di Kota Yogyakarta Menjadi Percontohan Kelurahan Tanpa Narkoba

Meski memiliki luas wilayah yang kecil, namun Kota Yogyakarta tetap saja menjadi salah satu perputaran bisnis narkotika.

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski memiliki luas wilayah yang kecil, namun Kota Yogyakarta tetap saja menjadi salah satu perputaran bisnis narkotika.

Kendati demikian, di Kota Yogyakarta ada dua kelurahan yang menjadi pilot project program kelurahan bersih tanpa narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta AKBP Khamdani mengatakan, sebenarnya peredaran narkotika di Kota Yogyakarta tidak sebesar di kota-kota lain, jika dilihat dari ungkap kasus peredaran narkotika selama ini.

Selama 2019 yang lalu, BNN Kota Yogyakarta hanya menangani kasus tindak pidana narkotika sebanyak 118 kasus, dan peningkatan di tahun 2020 juga tidak begitu mencolok yakni jumlah kasus yang ditangani pada waktu itu sebanyak 123 kasus.

Baca juga: Masih Ingat Wahyana? Wasit Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 Asal Gunungkidul Bagikan Cerita Ini

"Sebenarnya Yogya ini kecil sekali peredarannya, tidak sebesar kota lain kalau ungkap kasus ya. Tapi mengapa kasus penyalahgunaannya tinggi? Karena barangnya sedikit tapi yang makai banyak," katanya, saat pelaksanaan diskusi bersama wartawan, Rabu (18/8/2021).

Ia mengatakan, pelaku penyalahgunaan narkotika bukan hanya dari kalangan remaja.

Melainkan justru kebanyakan dari mereka yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika pada rentan usia 35 hingga 54 tahun.

"Survei kami justru usia mapan antara 35 sampai 54 tahun. Dan itu daya rusaknya luar biasa, satu orang mengajak satu teman untuk memakai narkoba bisa dihitung kan," terang dia.

Baca juga: HUT ke-76 RI di Masa Pandemi, Komunitas di Gunungkidul Lakukan Gerakan Berbagi

Sebagai antisipasi penyalahgunaan natkotika semakin meluas, pihak BNN Kota Yogyakarta tahun ini telah menjalankan beberapa program di antaranya Kelurahan Bersinar (Bersih Tanpa Narkoba).

"Itu adalag kelurahan yang memiliki kriteria tertentu dan terdapat pelaksanaan program P4GN dari kami. Sebagai pilot project kami ada kelurahan Brontokusuman, dan Kelurahan Surosutan," ungkpanya.

Selain itu, dari aspek keluarga, BNN Kota Yogyakarta juga menjalankan program Ketahana Keluarga Anti Narkoba.

Beberapa point penting yang ditekankan dari program tersebut ialah menguatkan ketahanan keluarga dalam menghadapi ancaman narkoba.

"Dan program itu dilaksanakan dengan intervensi empat kali pertemuan terhadap 10 keluarga. Untuk lokus pelaksanaan baru di kelurahan Brontokusuman," pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved