Kisah Lagu Indonesia Raya Pertama Kali Dikumandangkan dengan Biola

Sugondo mengijinkan W.R. Supratman untuk memperdengarkan lagu ciptaannya namun hanya dimainkan dengan biola tanpa menyanyikan liriknya

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
Seorang pemuda melompat memegang bendera Indonesia untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 yang jatuh pada 17 Agustus, di Banda Aceh pada 16 Agustus 2021. 

Digemari Pemuda

Alunan melodi lagu Indonesia Raya yang lantunkan W.R. Supratman menggunakan biolanya membuat peserta kongres terpukau.

Mereka berdiri dan mendengarkan lagu tersebut dengan khidmat. Selesai diperdengarkan, tepuk tangan para peserta menggema di seluruh gedung, bahkan ada beberapa yang bersorak meminta lagu dimainkan ulang dan mencoba merangkul W.R. Supratman.

Namun hal tersebut tidak terlihat pada perwakilan pemerintah kolonial dan polisi rahasi Belanda. Mereka justru terbengong-bengong dan tidak mengerti apa yang baru saja terjadi.

Dalam waktu singkat lagu Indonesia Raya dan W.R. Supratman menjadi populer di masyarakat terutama di kalangan pemuda. Hal tersebut seiring dengan partitur dan lagu Indonesia Raya yang dirilis oleh Sin Po edisi Sabtu, 10 November 19228, mulai disebarkan.

Selebaran tersebut berisikan partitur serta lirik lagu Indonesia Raya tiga stanza yang pada saat itu masih berjudul "Indonesia".

Agar semakin dikenal luas, W.R. Supratman kemudian membuat rekaman piringan hitam lagu Indonesia Raya di studio milik kawannya yang bernama Yo Kim Tjan.

Beliau membuat rekaman lagu Indonesia Raya versi instrumen dan suaranya serta versi keroncong yang saat itu sangat diminati kalangan pemuda.

Dianggap berbahaya hingga penangkapan W.R. Supratman

Perwakilan Belanda, van der Plas, yang turut hadir pada Kongres Pemuda Kedua memberikan laporan jika lagu Indonesia Raya merupakan lagu yang biasa saja.

Dia memberikan laporan jika lagu tersebut memiliki melodi Eropa dengan syair yang tidak terlalu bagus dan tidak berbahaya dalam segi politik.

Melansir laman Museum Sumpah Pemuda, pihak pemerintah kolonial, van der Plas, perwakilan urusan umum (Algemeene Zaken), H. J. Kiewiet de Jonge, Patih Batavia, Wirahadikoesoema, dan Komisaris Polisi der Vlugt sejatinya tidak memahami makna dari lagu Indonesia Raya sehingga menganggap lagu tersebut biasa-biasa saja.

Seiring berjalannya waktu, lagu Indonesia Raya semakin dikenal masyarakat. Bahkan Partai Nasional Indonesia (PNI) tidak segan menyanyikan lagu Indonesia Raya sembari berdiri dan menjadikan lagu ciptaan W.R. Supratman tersebut sebagai lagu kebangsaan.

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan pada Kongres PNI di Batavia 18-20 Mei 1929 dan Kongres PNI di Bandung pada 15 September 1929.

Baca Juga: Inilah sejarah singkat Bendera Merah Putih serta arti di balik warnanya

Sumber: Kontan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved