Kisah Lagu Indonesia Raya Pertama Kali Dikumandangkan dengan Biola
Sugondo mengijinkan W.R. Supratman untuk memperdengarkan lagu ciptaannya namun hanya dimainkan dengan biola tanpa menyanyikan liriknya
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Karena sering dinyanyikan pada Kongres PNI, para pelajar di Kepoetraan School, Yogyakarta disebut-sebut menyukai lagu Indonesia Raya, malah menganggap lagu tersebut merupakan ciptaan PNI.
Para pemuda juga senang memelesetkan "Indonesia Raya... Mulia... Mulia..." menjadi "Indonesia Raya... Merdeka... Merdeka..."
Setelah dikenal luas oleh rakyat Indonesia, pemerintah Belanda kemudian menyadari bahaya dan kekuatan Indonesia Raya.
Bahkan Gubernur Jenderal Belanda mengambil langkah dengan melarang pegawainya untuk menghormati atau berdiri saat Indonesia Raya diperdengarkan.
Pada 1930, pemerintah kolonial melarang lagu Indonesia Raya untuk diperdengarkan di hadapan umum. Selain itu, mengedarkan notasi dan lirik lagu Indonesia Raya dalam bentuk apapun, seperti buku, pamflet, surat kabar, dan piringan hitam juga dilarang Belanda.
Sang pencipta lagu, W.R. Supratman juga kemudian dipanggil dan diinterogasi oleh pemerintah Belanda. Beliau sudah mempertimbangkan dengan matang saat lagu Indonesia Raya pertama kali diperkenalkan di Kongres Pemuda Kedua.
W.R. Supratman diinterogasi tentang maksud dan tujuan menciptakan lagu Indonesia Raya. Hal ini dikarenakan lagu tersebut seperti berusaha menghasut rakyat untuk melakukan pemberontakan terhadap Belanda.
Beliau kemudian membantah dengan memperlihatkan lirik asli dari lagu Indonesia Raya. Kata "Merdeka" yang dianggap sensitif sebenarnya berasal dari rakyat bukan dari lirik aslinya yaitu "Mulia".
Dengan bukti tersebut W.R. Supratman tidak bisa ditangkap dan jurnalis Sin Po dibiarkan pulang. ( Kontan )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kisah-lagu-indonesia-raya-pertama-kali-dikumandangkan-dengan-biola.jpg)