Semakin Turun, BOR COVID-19 Gunungkidul Kini di Kisaran 58 Persen

Perkembangan kasus baru COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan tren melandai. Kondisi tersebut berpengaruh langsung pada tingkat

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Berita Update Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Perkembangan kasus baru COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan tren melandai.

Kondisi tersebut berpengaruh langsung pada tingkat keterisian bed (Bed Occupancy Rate/BOR) bagi pasien bergejala di rumah sakit (RS) rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty melaporkan bahwa Senin (16/08/2021) terdapat 63 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Berharap Wacana Penurunan Harga Swab PCR Tidak Membebani Daerah 

"5 di antara 63 kasus tersebut dilaporkan meninggal dunia," kata Dewi memberikan keterangannya sore ini.

Adapun selama dua hari terakhir, angka kasus baru COVID-19 di Gunungkidul di bawah 100 kasus. Seperti Minggu (15/08/2021) dilaporkan ada 91 kasus baru namun dengan angka kematian cukup tinggi yaitu 12 kasus.

Sedangkan pada Sabtu (14/08/2021), terdapat 106 kasus baru, 7 di antaranya meninggal dunia.

Namun angka sembuh cenderung tinggi selama 3 hari terakhir, yaitu sebanyak 156, 135, dan 174 kasus secara berturut-turut sejak Sabtu hingga Senin ini.

"BOR COVID di RS saat ini 58 persen, ada 10 pasien juga diisolasi di Wisma Wanagama," ungkap Dewi.

Hingga hari ini, Gunungkidul mencatatkan sebanyak 16.373 kasus konfirmasi positif COVID-19.

Jumlah kasus aktif kini turun di angka 1.424 kasus, angka meninggal dunia naik jadi 914 kasus, dan sebanyak 14.035 kasus dinyatakan sembuh.

Meski data menunjukkan adanya penurunan, Dewi mengingatkan bahwa kasus COVID-19 di Gunungkidul masih dinamis. Sebab indikatornya terletak pada kepatuhan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Puskesmas di Klaten Ditarget Lakukan Vaksinasi COVID-19 Sebanyak 250 Dosis Setiap Hari

"Kepatuhan prokes ini tetap perlu diperhatikan, terutama saat (PPKM) akan turun level atau dilonggarkan," ujarnya.

Turunnya BOR penanganan COVID-19 juga disampaikan oleh Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati. Hingga pukul 15.00 WIB ini, BOR di RS rujukan utama tersebut di kisaran 54 persen.

Berdasarkan informasi terakhir yang diberikan, RSUD Wonosari memiliki 79 unit bed untuk penanganan pasien COVID-19 bergejala sedang-berat. 75 unit berada di bangsal isolasi, sedangkan 4 unit lainnya di ruang ICU khusus COVID.

"Kalau ruang ICU sampai saat ini masih penuh," ungkap Heru. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved