Program Padat Karya di Bantul Perbaiki Talut yang Rawan Longsor

Pemkab Bantul terus memperbaiki infrastruktur di berbagai titik melalui Program Padat Karya. Pembangunan yang dilakukan seperti memperbaiki akses

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Warga Dusun Karangtalun memeriksa material yang digunakan untuk membangun talut 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemkab Bantul terus memperbaiki infrastruktur di berbagai titik melalui Program Padat Karya. Pembangunan yang dilakukan seperti memperbaiki akses jalan, termasuk membuat talut.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Aris Suharyanta menerangkan ada di 60 titik pelaksanaan padat karya di 2021. Dari puluhan titik tersebut, setidaknya 3.120 tenaga kerja diserap dalam berbagai bentuk pembangunan infrastruktur.

Perinciannya, pembangunan infrastruktur pada padat karya tahun ini meliputi corblok di 45 titik, pembuatan talut di 11 titik, corblok bersama talut dua titik, pembauatan drainase satu titik dan pembangunan drainase tertutup satu titik.

Baca juga: Hotel Horison Ultima Riss Malioboro Luncurkan Paket Family Staycation, Tawarkan Keseruan Berikut Ini

Salah satu pekerjaan pembanguan talut berada di Dusun Karangtalun RT 02 RW 38 Pucung Kelurahan Wukirsari Imogiri, yang memiliki kontur tanah rawan longsor. Padat Karya dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DIY ini mengerjakan talut sepanjang 26 meter.

Sekretaris Kelompok Dusun Karangtalun RT 02 RW 38 Pucung Kelurahan Wukirsari Imogiri, Jaiman, mengatakan bahwa pembangunan talut ini bersifat mendesak. Pasalnya kondisi jalan di wialyah tersebut curam dan jalannya masih berupa tanah.  

"Ketika hujan jalan menjadi jeblok dan licin. Ironisnya lagi jalan kampung tersebut sebelumnya seluas 4 meter namun karena ketika hujan deras sering longsor maka jalan habis tinggal 1 meter," ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebelumnya warga telah melakukan pengerukan tanah secara swadaya. Namun hal itu dirasa belum maksimal dan memerlukan bantuan lebih dari pemerintah untuk menjamin kelancaran akses jalan dan keselamatan warga.  

Dalam kesempatan itu, Jaiman ia mengaku bahwa padat karya terbukti efektif untuk menekan angka pengangguran di kawasannya. Ditegaskan Jaiman, rata-rata warga di dusunnya merupakan peternak burung.

"Dengan program padat karya mampu menambah pendapatan warga utamanya ditengah masa pandemi Covid-19 ini," imbuhnya.

Di lokasi lain, pogram padat karya juga dilakukan di kawasan Padukuhan Cabeyan Panggungharjo Sewon Bantul dengan memperbaiki akses jalan sepanjang 300 meter. Adapun akses jalan yang rusak tersebut merupakan akses vital untuk aktivitas perekonomian masyarakat.

Baca juga: Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto Punya Pesan dan Harapan Ini di Hari Pramuka

Ketua Kelompok Padat Karya Cabeyan, Sri Widodo Kusumo, menuturkan bahwa jalan padukuhan tersebut menjadi akses penting warga dalam menjalankan aktivitas pendidikan maupun perekonomian utamanya termasuk akses transportasi. Namun kondisi jalan saat ini mengalami rusak yang cukup memprihatinkan. 

"Banyak bagian ruas jalan muncul retakan-retakan yang telah ada sejak belasan tahun lalu. Sehingga perbaikan memang perlu dilakukan. Maka jalan yang dulunya hanya tanah, bakal dicorblok melalui program padat karya BKK DIY," jelasnya.

Berdasarkan data total jalan yang diperbaiki sekitar 300 meter. Adapun corblok dilakukan di tiga titik. Titik pertama (P1) jalan baru (P2) jalan lama yang dulunya dicorblok tapi sudah rusak, P3 juga jalan lama dan dipadatkan.

"Seluruh jalan nantinya akan mendapat corblok penuh, tidak hanya dua jalur atau sisinya saja," imbuhnya.
(nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved