Kriminalitas
PPKM Belum Pengaruhi Tingkat Kriminalitas di Sleman
Dalam tiga bulan terakhir kasus kriminalitas di Sleman mengalami peningkatan namun tidak signifikan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
"Bantuan ini kita salurkan untuk meringankan beban masyarakat. Misalnya diberikan kepada pengendara ojek online, penjual angkringan dan lain sebagainya," kata dia.
Di samping itu, tugas Kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas tentu saja meningkatkan patroli ke daerah-daerah yang dianggap rawan.
Seperti perumahan maupun pasar.
Wachyu mengimbau, dalam situasi pandemi yang semuanya serba prihatin harus bisa mengendalikan diri.
Utamanya menjaga protokol kesehatan.
Sebab, apabila tidak menjaga prokes bahkan cenderung abai maka wabah Covid-19 tidak akan terkendali.
Akibatnya semakin susah PPKM terus diperpanjang.
Baca juga: Tingkat Kriminalitas di DIY Sepanjang 2020 Meningkat 35 Persen Dibanding 2019, Berikut Rinciannya
"Kami minta masyarakat yang terdampak secara ekonomi bisa bersabar. Pemerintah pasti akan memberikan bantuan. Dan kita harus mendukung program itu. Misalanya, program pemberian Bansos, vaksinasi maupun imbauan terus menjaga protokol kesehatan," kata Wachyu.
Wilayah Kabupaten Sleman selama ini memiliki tingkat kriminalitas cukup tinggi.
Terutama di Kecamatan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi dan heterogen, misalnya di Kecamatan Mlati.
Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Dwi Noor Cahyanto mengatakan, dalam tiga bulan terakhir kasus kriminalitas mengalami peningkatan namun tidak signifikan.
Rata-rata perbulan, laporan kriminalitas pencurian ada sekitar 5 sampai 6 laporan.
"Tiga bulan ini sedikit meningkat. Laporan masuk perbulan rata-rata 5 atau 6 kasus. Itu di luar perkara kriminalitas pengeroyokan, penganiayaan," kata dia.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-kriminal_20180801_161800.jpg)