Nol Turis Sepanjang Juli, Pemkot Yogyakarta Bakal Revisi Target Kunjungan Wisatawan 2021 

Pandemi COVID-19 berkepanjangan yang berdampak pada penerapan PPKM Darurat dan Level 4 sejak Juli lalu, membuat Pemerintah Kota

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pandemi COVID-19 berkepanjangan yang berdampak pada penerapan PPKM Darurat dan Level 4 sejak Juli lalu, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta harus merevisi target kunjungan wisata untuk 2021. 

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menyampaikan, seiring adanya pembatasan, seluruh objek wisata harus ditutup total. Sehingga, angka kunjungan sepanjang Juli otomatis menurun drastis. 

"Tidak ada (wisatawan) yang datang. Jadi, benar-benar nol kunjungan, karena (objek wisata) kita tutup semua, kita kan menyesuaikan PPKM," tandasnya, Kamis (12/8/2021). 

Baca juga: Sebanyak 70 Persen Pelaku Wisata di DI Yogyakarta Telah Menerima Suntikan Vaksin Covid-19

Alhasil, target kunjungan wisatawan 2021 yang sejatinya hanya berada di angka 1,1 juta pun pesimis dapat tercapai hingga akhir tahun nanti. Karena itu, target yang sudah dicanangkan tersebut rencananya akan direvisi lagi. 

"Tapi, itu masih dibahas, kita akan melihat dulu ya, jumlah yang realistis berapa, serta program-program yang akan dilakukan itu seperti apa ke depan," terang Wahyu. 

"Jadi, sekarang masih kita lakukan kajian untuk merivisi, tetapi belum selesai. Target 2020 saja kemarin 4 juta, cuma tercapai 1,2 juta, memang sangat jauh," imbuhnya. 

Menurunnya kunjungan wisatawan ini, disebutnya sangat berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Hanya saja, ia tak bisa merinci seberapa jauh penurunan, karena bukan wewenang instansinya. 

"Ada penurunan, tapi angkanya bukan di instansi kami. Penurunan pasti ada, karena memang kunjungannya kan menurun drastis sekali tahun ini," cetus Kadinpar. 

Terlebih, tutur Wahyu, melihat kondisi dan situasi saat ini, memang bukan waktu yang tepat untuk terus menggenjot pendapatan dari sektor pariwisata. Sebab, bagaimanapun fokus pada aspek kesehatan tidak dapat digeser. 

Baca juga: Polres Magelang Kota Berhasil Ungkap Kasus Pengedaran Narkoba

"Kita harus sesuaikan target pendapatan dengan situasi sekarang. Fokus pada penanganan COVID-19 dulu. Jika itu sudah terkendali, otomatis pada saatnya nanti sektor pariwisata akan pulih kembali kok," cetus Wahyu. 

Oleh sebab itu, pihaknya berupaya mengambil hikmah dari pembatasan sepanjang PPKM Level 4 ini, dengan berusaha mematangkan persiapan destinasi wisata. Sehingga, saat terjadi pengenduran, seluruh pelaku sudah siap. 

"PPKM kita manfaatkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku wisata, memastikan semua destinasi melaksanakan protokol kesehatan. Jadi, saat pembatasan ini dilonggarkan, kita siap menerima kunjungan," katanya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved