Breaking News:

Kriminalitas

Nekat Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, 2 Pemuda di Klaten Ditangkap Polisi

Kasus terkuat usai jajaran Polres Klaten mendapati informasi terkait adanya jasa pembuatan sertifikat vaksin Covid-19 palsu di media sosial.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jajaran Polres Klaten mengungkap pembuat sertifikat vaksin Covid-19 palsu yang ditawarkan oleh para pelaku di media sosial.

Dua orang pemuda asal Kecamatan Jogonalan dan Kecamatan Karangnongko Klaten berinisial YN (29) dan EP (29) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus itu.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan mengatakan pada awalnya, pihaknya mendapati informasi terkait adanya jasa pembuatan sertifikat vaksin Covid-19 palsu di media sosial.

"Kita dapat informasi di media sosial ada yang menawarkan sertifikat vaksin palsu, kemudian langsung diselidiki," ujarnya saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Fasilitas Umum, Jadi Jangan Sampai Jadi Blunder

Kemudian, kata dia, jajaran Satreskrim Polres Klaten melakukan penyelidikan atas informasi itu dan ternyata benar didapati YN dan EP sebagai orang yang menawarkan pembuatan kartu vaksin Covid-19 palsu tersebut di media sosial.

Kedua tersangka, lanjut Kasat, menjual sertifikat vaksin palsu tersebut seharga Rp 70 ribu per lembarnya kepada para pemesan.

Adapun persyaratan yang diminta oleh kedua tersangka yakni hanya mengirim foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada tersangka.

Kemudian, berdasarkan data dari foto KTP tersebut para tersangka mengedit dan membuatkan sertifikat vaksin.

"Dari harganya, di rata-rata Rp70 ribu per sertifikat palsu. Walaupun warga belum vaksin dia bisa mengedit termasuk barcodenya. Keduanya kita tetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Baca juga: Cara Download Sertifikat Vaksinasi Covid-19 di Laman Pedulilindungi.id

Saat penangkapan, lanjut Kasatreskrim, juga didapati sejumlah barang bukti berupa 14 kartu sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu, seperangkat komputer untuk mencetak hingga 4 unit telepon genggam.

"Terkait kasus ini kita terapkan pasal 263 ayat 1 KUHP dengan hukuman penjara 6 tahun," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo di sela-sela jumpa pers itu meminta warga Klaten untuk tidak tergiur dengan tawaran seperti itu.

"Kami mohon pada masyarakat jangan sampai tertipu dengan tawaran itu, karena kalau sudah vaksin pasti dapat sertifikat itu," imbaunya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved