Sport

Atlet Renang Artistik DIY Terkendala Tryout Jelang PON XX Papua

Nabilah Umarella merupakan atlet renang artistik yang akan turun di nomor perorangan dan satu-satunya wakil DIY pada cabang olahraga tersebut.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
Nabilah Umarella (kiri) dan pelatih renang artistik, Rosa Palmastuti (kanan) berfoto setelah sesi latihan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Persiapan atlet renang artistik DI Yogyakarta, Nabilah Umarella masih terkendala dengan tryout/tryin.

Tak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan latih tanding bagi atlet merupakan hal penting untuk mempersiapkan diri dalam mengadapi kompetisi akbar empat tahunan, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang waktunya kurang dari dua bulan lagi.

Perlu dicatat, Lala sapaan akrab Nabilah, merupakan atlet renang artistik yang akan turun di nomor perorangan dan satu-satunya wakil DIY pada cabang olahraga tersebut.

'Rencananya kemarin itu ada latih tanding di Makassar bareng atlet muda di sana yang punya kemampuan setara dengan Lala, namun karena PPKM jadi belum bisa terlaksana," kata pelatih renang artistik, Rosa Palmastuti saat ditemui seusai melatih di kawasan Seturan, Kabupaten Sleman, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: KONI DIY Layangkan Surat Keberatan Mutasi Atlet ke Jawa Barat Tanpa Melalui Proses Mutasi yang Benar

Kabar baiknya kemungkinan latih tanding tersebut bisa terlaksana seusai vaksin kedua yang akan diterima Lala pada akhir bulan Agustus ini, dan diagendakan berangkat awal bulan September 2021 ke Makassar.

Selepas melaksanakan latih tanding di Makassar, Lala akan menunggu waktu keberangkatan ke Papua sambil melakukan adaptasi cuaca dan training camp.

Hal itu juga termasuk upaya untuk mencegah atlet dan pelatih terpapar Covid-19 yang akan merugikan jika terjadi menjelang pertandingan di Papua.

Saat ini pelatih yang akrab dipanggil Ocha itu menuturkan persiapan Lala sudah mencapai sekitar 80 persen.

Penilaian tersebut dinilai dari kondisi fisik atlet, hingga keterampilan menyajikan koreografi saat latihan.

"Sisanya kita tinggal mendetailkan koreo, latihan endurance dan power, karena memang olahraga ini membutuhkan kemampuan fisik yang tinggi," jelasnya.

Baca juga: KONI DIY Usulkan Atlet Pengganti, Antisipasi Hasil Tes Swab Positif Saat PON XX Papua

Siapa sangka latihan yang dilakukan oleh atlet renang artistik bisa dibilang berat, mulai dari lari sepanjang 10 kilometer hingga melatih power di gym supaya saat bertanding nanti tidak mudah kelelahan, serta gerakan koreo yang dipersiapkan dapat dilakukan dengan baik.

Selama pandemi Covid-19 ini Ocha melihat perkembangan fisik dan tekni Lala tetap meningkat, apalagi mereka dapat mengakses tempat latihan secara khusus di tengah PPKM yang banyak menutup sarana olahraga untuk umum.

"Karena latihan itu modal utama dan kepercayaan diri atlet, alhamdulillah kita bisa latihan secara maksimal sampai saat ini, meski beberapa kali sempat ada latihan secara online," katanya.

Di sisi lain Ocha juga berusaha untuk terus memantau psikologis atletnya demi menjaga kondisi mentalnya di tengah situasi pageblug saat ini.

Upaya itu ia lakukan dengan berkoordinasi dengan tim mental development, orang tua atlet, sampai KONI DIY.

Baca juga: KONI DIY Minta PB PON dan KONI Pusat Gandeng LADI untuk Awasi Doping Sebelum Kompetisi PON

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved