Yogyakarta

KONI DIY Minta PB PON dan KONI Pusat Gandeng LADI untuk Awasi Doping Sebelum Kompetisi PON

Tes doping disarankan dapat dilakukan oleh KONI masing-masing daerah, dengan tetap bekerjasama dengan LADI yang ditugaskan langsung oleh PB PON.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Ketua Umum KONI DIY, Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Isu doping di kalangan atlet yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) selalu banyak mencuri perhatian.

Tidak sedikit atlet yang kedapatan menggunakan doping didiskualifikasi meski telah mendapat medali.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta meminta kepada Panitia Besar (PB) PON atau KONI pusat untuk menggandeng Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) untuk bertugas mengawasi seluruh atlet dari penggunaan doping.

"Kita berharap penyelanggaraan anti doping pada saat multi event itu hanya satu dari satu lembaga saja, yakni dari LADI," kata Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto.

Baca juga: KONI DIY Persoalkan Status Atlet Mutasi Tanpa Aturan Sah

Selanjutnya ia juga menyarankan tes doping juga dapat dilakukan oleh KONI masing-masing daerah, dengan tetap bekerjasama dengan LADI yang ditugaskan langsung oleh PB PON.

"Kemudian tes doping di luar kompetisi bisa agar dilakukan oleh KONI daerah masing-masing, serta kami usulkan ada bantuan dari PB PON untuk bisa menugaskan LADI dengan biaya PB PON atau KONI pusat agar para petugas tersebut dapat turun langsung dalam pengwasannya," beber pria yang juga guru besar FIK UNY itu.

Hal tersebut menurut Djoko supaya para atlet dapat melakukan deteksi sejak awal untuk menghindari pemakaian doping.

Pasalnya beberapa kasus ditemukan atlet secara tidak sadar telah menggunakan doping sebelum pertandingan.

Baca juga: KONI DIY Usul Syarat Tes Swab Atlet PON Dilakukan di Daerah Masing-Masing

Beberapa waktu lalu, Sekretaris Umum (Sekum) PB PON Papua Elia I Loupatty pernah mengatakan dalam jumpa pers, mengatakan obat-obatan herbal yang disebut alami saja dapat memengaruhi pada pemeriksaan doping.

Karena hal tersebut, maka para atlet juga harus berhati-hati dan segera melaporkan kondisi fisik ke dokter secepat mungkin, agar lebih cepat dideteksi apakah atlet tersebut menggunakan doping atau tidak.

Jika kedapatan di tengah pertandingan makan panitia tak akan segan mendiskualifikasi atlet tersebut.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved