Breaking News:

KONI DIY Persoalkan Status Atlet Mutasi Tanpa Aturan Sah

Kami mohon aturan diterapkan sesuai pedoman mutasi atlet untuk PON, bukan mutasi atlet dari setiap cabor.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Ketum KONI DIY, Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY kembali mengangkat masalah status mutasi beberapa atlet ke daerah lain, yang disebut belum memenuhi aturan yang berlaku. Dalam catatan KONI DIY, ada empat atlet dari cabang olahraga (cabor) renang indah yang pindah ke Jawa Barat (Jabar). Mereka pindah ke Jabar padahal belum beres melakukan proses mutasi.

“Kami mohon aturan diterapkan sesuai pedoman mutasi atlet untuk PON, bukan mutasi atlet dari setiap cabor,” cetus Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, kala pertemuan daring, baru-baru ini.

Ia menambahkan, KONI DIY merasa kecewa atas permasalahan tersebut apabila sampai berlarut-larut. Problem itu, menurutnya, akan mencederai semangat sportivitas dalam dunia olahraga.

“Dalam pertemuan, saya sampaikan kepada KONI pusat, PB PON, dan KONI provinsi lain agar jangan sampai ada atlet bisa membela tim lain padahal belum menuntaskan proses mutasi,” lanjut Djoko.

KONI DIY mendapat laporan dari Pengurus Daerah Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) DIY bahwa empat atlet renang indah pindah memperkuat kontingen Jawa Barat di PON XX Papua. Yang menjadi ironi dalam urusan ini, alih-alih memenuhi syarat aturan mutasi sesuai regulasi PON, PB PRSI sebagai pengurus cabor renang indah justru mengesahkan perpindahan empat atlet DIY.

“Dari hasil pertemuan lanjutan, kami minta kepada Pengda PRSI DIY untuk mengajukan surat permohonan penjelasan tentang pengesahan empat atlet pindah tanpa mutasi ke PB PRSI,” terangnya.

Selain mengajukan surat permohonan permintaan penjelasan ke PB PRSI, Pengda PRSI DIY juga segera menyurati PB PON, KONI pusat, KONI Jabar, dan Pengda PRSI seluruh indonesia terkait hal itu. Djoko menyampaikan, setelah mendapatkan surat dari Pengda PRSI DIY, KONI DIY berencana untuk berkirim surat ke PB PON dan KONI pusat. Surat tersebut berisi tentang pernyataan sikap keberatan.

“Perpindahan atlet PON harus berdasarkan peraturan mutasi atlet, seperti isi SK Ketua Umum KONI pada 2016. Mutasi wajib prosedural dua tahun sebelum PON, bukan melalui setiap cabor,” tegasnya.

Djoko mengemukakan, KONI DIY sejatinya tidak pernah menghalangi setiap atlet pindah ke daerah lain. Namun, ia mengingatkan, perpindahan atlet tetap harus melalui proses mutasi secara benar. (tsf)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis 29 Juli 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved