Ketersediaan Obat-obatan Anti Virus di Bantul Aman sampai Pertengahan Agustus
Ketersediaan Obat-obatan Anti Virus di Bantul Aman sampai Pertengahan Agustus
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemkab Bantul terus berupaya untuk menurunkan angka kematian akibat Covid-19. Salah satu upayanya adalah dengan pengadaan dan distribusi obat-obatan untuk pasien Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Rahardjo menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih memiliki stok obat untuk pasien Covid-19.
Namun demikian, Dinkes Bantul tetap berupaya melakukan pengadaan obat dari pemerintah pusat.
"Obat itu yang punya stok adalah pemerintah pusat, kemudian mendistribusikan ke provinsi dan kabupaten," ujarnya Senin (9/8/2021).
Agus memaparkan bahwa sebenarnya Dinkes Bantul memiliki alokasi anggaran untuk pengadaan obat.
Namun demikian, untuk melakukan pembelian obat tidaklah mudah.
Menurutnya dari distributor juga kesulitan untuk mencarikan obat, sehingga memang harapan Dinkes Bantul saat ini ada di pemerintah pusat.
Beruntung dari pihak TNI memberikan bantuan untuk distribusi obat.
Dan obat-obatan dari TNI tersebut akan disalurkan dengan mengkombinasikan obat dari Dinkes Bantul.
"Sehingga alhamdulilah masyarakat yang isoman masih kita pantau dan layani pemberian obat. Yang pertama obat dari kita dan juga obat dari TNI," imbuhnya.
Baca juga: UPDATE COVID-19 Hari Ini 9 Agustus 2021: Kasus Baru Tambah 20.709, Meninggal 1.475 Pasien
Baca juga: Update Covid-19 DIY Senin 9 Agustus 2021, Tambah 733 Pasien, Angka Kesembuhan Naik Drastis
Kadinkes menekankan bahwa sampai pertengahan Agustus, Pemkab Bantul masih bisa mencukupi kebutuhan obat-obatannya.
"Obat kita masih, dan selalu kita minta. Terutama obat-obat anti virus, seperti Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin dan vitamin-vitamin," urainya.
Ia juga mengungkapkan bahwa mulai Agustus ini, Dinkes Bantul mulai bermanuver dengan menyesuaikan kebijakan dari pemerintah pusat.
Seperti contoh, jika dulu Favipiravir hanya untuk pasien gejala sedang dan berat yang dirawat di rumah sakit, maka untuk saat ini juga diberikan untuk pasien yang isolasi mandiri di rumah.
"sehingga kita mintakan obat itu yang banyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/obat-gratis-pasien-covid-19-isoman-via-kemkesgoid-khusus-jabodetabek.jpg)