Ini Rencana WHO Terkait Penamaan Varian-varian Baru Covid-19
WHO pertama kali menamai varian Covid-19 dengan huruf alfabet Yunani pada Mei lalu. Sejauh ini, 11 varian telah diberi nama
Tahun lalu, ia membuat permintaan untuk sistem penamaan baru untuk menghindari hal ini terjadi.
Sementara itu, Dr Van Kerkhove mengklaim varian baru yang dapat menghindari tindakan pencegahan seperti vaksin adalah "ancaman nyata".
Inilah sebabnya mengapa negara-negara "kritis" tidak hanya mengandalkan vaksin, tetapi juga mengandalkan segala cara untuk menurunkan transmisi, tambahnya.
Pejabat WHO itu juga memperingatkan, mutasi baru yang berbahaya lebih mungkin muncul di tempat-tempat dengan tingkat penularan yang tinggi.
Virus corona yang menyebabkan Covid-19 terus menyebar bahkan memunculkan varian-varian baru.
Varian-varian Covid-19 itu kemudian dimasukkan dalam dua kategori, yaitu Variants of Interest (VOI) dan Variants of Concern (VOC).
Apa itu VOI dan VOC dan varian apa saja yang masuk kategori tersebut?
Berikut ulasannya seperti yang dikutip dari abplive.com.
Pengertian Varian
Seiring berjalannya waktu, virus corona menyebar, bermutasi dan berubah bentuk.
Ketika virus berpindah dari satu orang ke orang lain, virus itu berubah bentuk beberapa kali.
Selama perubahan ini, virus bisa menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya atau menjadi lebih lemah dari sebelumnya.
Sebagai analogi, ketika virus membuat fotokopinya di dalam tubuh, fotokopi yang berkali-kali akan menjadi sedikit berbeda dari yang pertama.
Ini yang disebut varian baru.
Varian tersebut dibagi menjadi dua kategori, Variants of Interest (VOI) dan Variants of Concern (VOCs).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-penamaan-varian-baru-virus-corona.jpg)