Banjir Bandang Terjang Korea Utara, Ribuan Warga Diungsikan

Banjir besar menerjang wilayah Korea Utara setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut beberapa hari terakhir.

Editor: Hari Susmayanti
AFP Photo via Hindustan Times
Foto tak bertanggal yang dirilis kantor berita Korea Utara KCNA pada 2 Oktober 2020 menunjukkan Pemimpin Kim Jong Un dan adiknya Kim Yo Jong (dua dari kiri), bersama sejumlah pejabat Korea Utara lainnya mengunjungi sawah di Kimhwa County, Provinsi Kangwon. 

TRIBUNJOGJA.COM, PYONGYANG - Banjir besar menerjang wilayah Korea Utara setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut beberapa hari terakhir.

Ribuan orang terpaksa harus dievakuasi karena banjir menghancurkan ribuan rumah.

Pemerintah Korea Utara pun bekerja keras untuk menyelamatkan warganya dari krisis pangan akibat banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut.

Stasiun KCTV mengabarkan bagaimana banjir menerjang sampai atap rumah, dan nampak jembatan yang mengalami kerusakan.

Laporan media pemerintah menyatakan, ratusan hektar tanah pertanian di Provinsi Hamgyong Selatan terendam, tanggul sungai jebol, dan rumah maupun jalanan rusak parah.

Wakil Kepala Meteorologi Korea Utara Ri Yong Nam mengatakan, hujan lebat selanjutnya bisa menyebabkan kerusakan lebih parah.

"Kami memperkirakan hujan lebat hingga 10 Agustus di berbagai wilayah, terutama di kawasan pantai timur," kata Ri seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com dalam artikel berjudul "Banjir Hantam Korea Utara, Ribuan Penduduk Dievakuasi".

Baca juga: Korea Selatan Kembangkan Iron Dome Mirip Punya Israel untuk Hadapi Korea Utara, Tapi Lebih Canggih

Harian Rodong Sinmun memberitakan, Kim Jong Un memerintahkan semua unit bersiap untuk mencegah kerusakan lebih parah.

Bencana alam memang berdampak pada kerusakan di sejumlah wilayah Korea Utara yang secara infrastruktur begitu lemah.

Dilansir AFP Sabtu (7/8/2021), sementara deforestasi hanya mempercepat air bah yang menyerang permukiman dan lahan pertanian.

Musim panas tahun lalu, serangkaian angin topan menyebabkan kerusakan hebat pada pertanian, dan menghancurkan ribuan hunian.

Dampaknya terasa parah karena sejak 2020, Korea Utara mengisolasi diri mereka untuk mencegah penularan virus corona.

Kali terakhir negara nuklir tersebut dilanda kelaparan hebat adalah saat medio 1990-an, ketika Uni Soviet, sekutu sekaligus mitra dagang terbesar mereka, bubar. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved