Yogyakarta
Bincang Parlemen : Melihat Pemanfaatan Teknologi Digital dan Informasi di Wilayah DIY
Percepatan digitalisasi dengan memanfaatkan teknologi dan informasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus digencarkan.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Secara data demografi, Gojek DIY-Jateng sudah memiliki beberapa data yang dapat dijadikan sebagai panduan pemerintah DIY untuk memulai peralihan transaksi digital.
Baca juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Dinas Koperasi dan UKM DIY Gelar Inkubator Bisnis
Salah satu contohnya, di Kota Yogyakarta terdapat 23 pasar tradisional, setiap transaksi per bulan melalui aplikasi gojek dapat diketahui.
"Jadi total transaksinya berapa di sana dapat diketahui, yang paling ramai itu apa. Kami punya demografinya misalnya di Beringharjo itu pembelinya radius berapa," katanya.
Kendati demikian, Saiful Bakhtiar mengungkapkan ada beberapa kendala sehingga pemilik UKM dan UMKM sulit untuk naik kelas dalam pasar online.
"Pekerjaan rumahnya (PR) bagi kami ada dua hal yakni mereke kenal teknologi, tapi belum bisa promosi. Makanya kami dorong terus," tegas dia.
Dari lima Kabupaten/Kota yang ada di DIY, dikatakannya wilayah Kabupaten Gunungkidul masih berpotensi besar untuk pengembangan ekosistem ekonomi berbasis dogital.
"Kalau Kota dan Sleman sudah banyak. Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Di Gunungkidul itu driver kami gak bisa kekuar, karena kendala sinyal," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bincang-parlemen-melihat-pemanfaatan-teknologi-digital-dan-informasi-di-wilayah-diy.jpg)