PPMAY Minta Akses Masuk ke Malioboro Dibuka Penuh

Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dapat membuka akses masuk kawasan Malioboro

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Salah satu toko di Jalan Malioboro dipasangi spanduk untuk dijual, Minggu (25/7/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dapat membuka akses masuk kawasan Malioboro usai penerapan PPKM berlevel berakhir pada 2 Agustus 2021 ini.

Sebab, kendati telah diberlakukan kelonggaran, pelaku usaha masih kesulitan mencari penghasilan karena akses masuk menuju Malioboro belum dibuka sepenuhnya.

"Perpanjangan PPKM ini sangat memberatkan beban para pengusaha Malioboro dan Ahmad Yani yang sudah akan berusaha bangkit kembali. Oleh Karena itu kami minta agar penyekatan jalan-jalan yang akan menuju Jalan Malioboro dan Ahmad Yani bisa dibuka kembali seperti semula," terang Koordinator Lapangan PPMAY, KRT Karyanto Purbohusudo, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Efek PPKM Darurat, Pemkot Yogyakarta Sebut Kasus COVID-19 di Wilayahnya Mulai Melandai

Di sisi lain, PPMAY mendukung langkah Pemda DIY dalam menekan laju penularan Covid-19 dengan peraturan yang ketat dan terukur.

Namun perlu dipikirkan juga nasib pelaku usaha di kawasan Malioboro.

Tak hanya pemilik toko, sebanyak 9.850 pegawai toko juga terancam tak bisa mendapat penghasilan secara penuh karena seluruh toko terdampak kebijakan PPKM.

"Usahanya sudah  mulai  rapuh dan nasib 9.850 stafnya. Oleh karena usaha kita sudah  mendekati titik nol," terangnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 2 Agustus 2021: Tambah 1.566 Kasus, Total Kasus Terkonfirmasi 120.702

Karenanya, PPMAY mengharapkan adanya bantuan dan relaksasi dari Pemda DIY agar pelaku usaha dapat mempertahankan usahanya serta bertahan hidup di tengah situasi sulit seperti saat ini.

"Kelangsungan hidup  dan usaha  para pengusaha Malioboro dan Ahmad Yani yang mana usahanya sudah mendekati  kehancuran  walaupun kita semua sudah melakukan semua usaha dengan efesiensi total," terangnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved