Cerita Karmini, Wanita Paruh Baya Asal Bantul yang Jadi Driver Pasien Covid-19 Sejak 2020

Hidup di dunia harus saling membantu, tolong menolong. Begitulah prinsip yang dipegang Karmini. Dia bukan siapa-siapa. Warga biasa.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Karmini saat bertugas sebagai driver mengantar pasien dan jenazah dengan protokol covid-19. 

Karmini bercerita, keterlibatan dirinya rukti jenazah dimulai pada Desember tahun 2020. Kala itu, ada warga Potorono yang meninggal dunia saat sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Di kampungnya, belum ada yang bisa merukti jenazah Covid-19 sehingga meminta bantuan tim rukti dari Kalurahan Baturetno. Karmini ikut mendampingi. 

"Saat itu kan kondisinya mencekam ya. Sedang gawat-gawatnya. Ada yang meninggal Covid, tetangganya tidak ada yang datang. Akhirnya saya yang mencari semua perlengkapan rukti jenazah dan mendampingi tim TRC Baturetno," kata dia. 

Selesai rukti sekitar pukul 17.00 WIB. Jenazah harus dimakamkan hari itu juga. Tidak ada pilihan, Karmini diminta menjadi driver mengantar jenazah ke liang pemakaman. Ia langsung menyanggupi dan ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan hingga kini. 

Prosesi pemakaman disepakati dilangsungkan selepas magrib. Gerimis mengguyur. Karmini kebagian tugas membawa jenazah dengan ambulans menuju liang pemakaman di Banjardadap, Kalurahan Potorono.

Ini merupakan pemakaman baru, akses ke lokasi masih cukup sulit. Saat membawa ambulans ini, Ia hampir saja menabrak barisan tim kubur cepat. Penyebabnya karena jalanan ke lokasi licin dan rem ambulans ternyata dalam. 

"Waktu itu habis hujan rintik-rintik. Nah, ambulans remnya jero. Depan ada tim kubur cepat, saya kaget, hampir saja nabrak," kata Karmini. 

Berjalan waktu, di awal tahun 2021, Ketua pengajian ibu-ibu Jamiatus Sakinah ini mulai berani untuk melakukan rukti jenazah Covid-19.

Sebenarnya, sebelum Covid-19 melanda, Karmini sudah terbiasa melakukan rukti jenazah. Namun rukti jenazah Covid-19 dan jenazah biasa berbeda.

Ia mengaku harus belajar lagi dengan mengikuti pelatihan rukti jenazah Covid-19 melalui zoom dari RSI Semarang. Setelah merasa yakin, Ia mulai berani merukti jenazah Covid-19 hingga sekarang. 

Semua yang dilakukan, baginya adalah panggilan jiwa. Ia sebenarnya takut tertular.

"Tapi prinsipnya adalah prokes, dan saya selalu berdoa," ujar istri Kirgiyanto itu. 

Human Initiative

Seiring dengan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan, pada awal tahun 2021, Karmini mendapat bantuan mobil klasik dari Putut Agus, relawan kenalannya yang bertugas di Human Initiative (HI). Mobil rescue itu yang kini menjadi pegangannya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved