Breaking News:

Tak Perlu Khawatir, BPBD Magelang Pastikan Pasien Isoman Dapatkan Bantuan Sembako

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang telah menyediakan logistik bagi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
dok BPBD Kabupaten Magelang
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang saat memperlihatkan stok bantuan untuk pasien isoman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang telah menyediakan logistik bagi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Dengan adanya bantuan logistik ini, warga diharapkan tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari selama menjalankan isolasi mandiri di rumah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono menjelaskan, bantuan logistik tersebut akan diberikan per jumlah jiwa dalam bentuk paket sembako.

Baca juga: RSUD Wates Kulon Progo Buka Pendaftaran untuk SDMK di Ruang Isolasi Covid-19, Ini Persyaratannya

"Saat ini sudah 10 ton khusus untuk beras telah disalurkan terhitung sejak bulan Januari 2021 hingga sekarang. Dan saat ini kami sudah meminta kepada Pak Bupati untuk memberikan tambahan beras tersebut sebanyak 2 ton lagi," jelasnya, pada Jumat (30/07/2021).

Adapun, paket sembako yang diberikan terdiri dari 5 kg beras, mie instan, susu dan kebutuhan pokok lainnya. 

Sementara itu, pihaknya pun meminta perangkat desa untuk berkolaborasi melakukan pendampingan dan pendataan agar warga yang sedang melakukan isolasi mandiri lebih cepat tertangani dan sembuh.

Karena, prosedur untuk mendapatkan paket sembako itu harus melalui usulan dari desa berdasarkan hasil swab yang dilakukan puskesmas setempat.

"Meskipun, hasil swab (PCR) bisa keluar 5-7 hari, kami tidak menunggu positif atau negatifnya. Namun berdasarkan  rekomendasi dari nakes apabila harus isolasi mandiri setelah swab maka tetap diberikan bantuan. Sehingga, warga tetap berada di rumah sembari menunggu hasil swab ," jelasnya.

Baca juga: Malioboro Masih Sepi Pengunjung, Baru 40 Persen Pedagang yang Kembali Beroperasi

Menurut Edi, bantuan paket sembako ini bisa digunakan memenuhi kebutuhan pokok hingga 10 hari, dengan harapan sampai warga telah selesai melakukan isolasi mandiri.

Ia menyebutkan jumlah bantuan paket sembako tahun ini sangat berbeda dengan tahun lalu. 

Pada tahun 2020 lalu, hitungan bantuan paket sembako bagi warga yang sedang melakukan isolasi mandiri per KK (dengan jumlah jiwa 3 orang) akan mendapatkan paket sembako 5 kg beras dan kebutuhan pokok lainnya, sementara tahun 2021 ini akan dihitung per jiwa.

"Mengingat lonjakan kasus Covid-19 begitu besarnya, sehingga saat ini kita hitung per jiwa itu akan mendapatkan 1 paket sembako. Melalui bantuan ini kami berharap bisa meringankan beban mereka yang sedang isolasi mandiri, karena mereka juga tidak bisa bekerja," imbuhnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved