Breaking News:

Banyak PKL Alun-alun Klaten Belum Mulai Berjualan Lagi, Ternyata Ini Alasannya

Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di alun-alun Klaten sudah boleh untuk berjualan kembali. Hal itu karena Pemerintah Kabupaten Klaten

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
ILUSTRASI Seorang pedagang kuliner di Alun-alun Klaten mulai menutup lapak dagangannya, Kamis (31/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di alun-alun Klaten sudah boleh untuk berjualan kembali.

Hal itu karena Pemerintah Kabupaten Klaten (Pemkab) Klaten memberikan kelonggaran kepada para PKL tersebut meski saat ini Klaten masih menerapkan PPKM Level 4.

Meski telah mendapat lampu hijau untuk berjualan, ternyata belum semua PKL Alun-alun Klaten mulai aktif berjualan kembali.

Baca juga: Warga Binaan di Gunungkidul Diklaim Masih Aman dari Paparan COVID-19

Seorang pedagang jagung bakar yang biasa berjualan di alun-alun Klaten, Eri Nofrianto (36) mengaku jika kondisi yang belum normal menjadi alasan dari para PKL untuk enggan mulai berjualan.

"Meski sudah boleh aktivitas tapi kondisinya belum normal. Memang saat ini sudah ada pedagang yang mulai berjualan tapi itu jumlahnya masih sedikit," ujarnya saat Tribun Jogja temui di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (30/7/2021).

Disinggung terkait omzet dagangan selama pelonggaran PPKM Level 4, menurutnya tidak bisa tebak karena sepinya pembeli.

"Kondisinya saat ini masih sepi. Kalau omzet per hari tidak bisa dihitung karena pembeli juga nggak ada," ucapnya.

Ia pun berharap kondisi di Klaten segera membaik sehingga omzet dagangnnya juga meningkat.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Alun-alun Klaten, Nasir mengaku dari 362 pedagang yang berjualan di alun-alun, baru sekitar 15 pedagang yang mulai berjualan saat PPKM Level 4 diberlakukan.

Baca juga: Tanda-tanda Kondisi Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman dan Langkah yang Harus Dilakukan

"Saat ini yang baru mulai jualan hanya pedagang kuliner dan aksesoris dulu, yang lainnya belum," ucapnya pada Tribun Jogja di pendapa Pemkab Klaten, Jumat (30/7/2021).

Ia mengatakan, sedikitnya PKL yang mulai berjualan lantaran banyak yang kehabisan modal saat tidak boleh berjualan selama pemberlakukan PPKM Darurat.

"Karena ini untuk mulai buka butuh modal juga. Kemarin kan kita sudah umumkan ke teman-teman PKL untuk buka tapi mereka mungkin banyak yang belum siap juga," jelasnya.

Menurutnya, selama pemberlakuan PPKM Darurat kemarin banyak PKL yang hanya mengandalkan keungaan dari tabungan dan pinjaman dari sesama PKL.

"Kita hanya mengandalkan tabungan, sama kita sesama PKL saling pinjam uang untuk saling membantu," imbuhnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved