Warga Binaan di Gunungkidul Diklaim Masih Aman dari Paparan COVID-19

Eskalasi kasus COVID-19 selama sebulan terakhir di Gunungkidul disebut tidak berdampak pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Bahkan

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Suasana Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta di Wonosari, Gunungkidul pada Kamis (29/07/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Eskalasi kasus COVID-19 selama sebulan terakhir di Gunungkidul disebut tidak berdampak pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Bahkan diklaim tidak ada satu pun dari mereka yang terpapar.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Yogyakarta, Ade Agustina menyebut belum ada satu pun warga binaannya yang terpapar COVID-19.

"Sejak awal pandemi sampai saat ini kondisi warga binaan kami selalu terjaga baik," kata Ade, Jumat (30/07/2021).

Baca juga: Tanda-tanda Kondisi Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman dan Langkah yang Harus Dilakukan

Adapun jumlah warga binaan yang berada di lapas mencapai 114 orang. Masih ada 2 orang lainnya namun mereka masih menjalani penahanan di Bantul, yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Meski demikian, Ade mengakui sebanyak 40 pegawainya terkait dengan COVID-19. Bukan karena positif, melainkan karena menjadi kontak erat dari keluarga serta lingkungannya.

"Para pegawai tersebut lantas menjalani karantina mandiri di rumah, sesuai anjuran pemerintah," jelasnya.

Ade mengatakan kegiatan pembinaan tetap diupayakan berjalan meski saat ini terjadi peningkatan kasus. Namun, interaksi antara petugas dan warga binaan dibatasi demi meminimalisir potensi penularan.

Saat pembinaan keterampilan misalnya, warga binaan diminta melakukan kegiatan di ruangannya masing-masing. Kondisi kesehatan petugas dan warga binaan dipantau rutin setiap hari.

"Kami pastikan seluruh kebutuhan kesehatan warga binaan terpenuhi, seperti pemberian masker tiap minggu, vitamin, serta menjaga kualitas makanan mereka," kata Ade.

Baca juga: Sering Dikaitkan dengan Kematian, Inilah 5 Arti Mimpi Menikah yang Sebenarnya

Jika nanti ada warga binaan baru, yang bersangkutan akan menempati ruangan terpisah guna memastikan kondisi kesehatannya tetap aman. Masa ini juga dimanfaatkan untuk pengenalan lingkungan bagi warga binaan baru.

Kondisi serupa juga diklaim oleh Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wonosari, Marjiyanto. Total ada 144 tahanan yang menempati rutan tersebut.

"Nihil (terpapar COVID-19), semua dalam kondisi sehat," katanya.

Sejak pandemi COVID-19 berlangsung, kunjungan keluarga tahanan dan warga binaan ditiadakan. Sebagai gantinya, komunikasi dilakukan secara virtual menggunakan perangkat yang dimiliki petugas Rutan atau Lapas. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved