Bangunan Warung Warga Pesisir Gunungkidul Rusak Dihantam Gelombang Laut Tinggi

Hantaman gelombang laut tinggi membuat sejumlah bangunan warung milik warga di pesisir selatan Gunungkidul mengalami kerusakan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Bangunan di Pantai Drini (atas) dan Pantau Jungwok (bawah) yang mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang laut tinggi pada Jumat (30/07/2021) dini hari dan subuh tadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hantaman gelombang laut tinggi membuat sejumlah bangunan warung milik warga di pesisir selatan Gunungkidul mengalami kerusakan.

Adapun peristiwa ini terjadi pada Jumat (30/07/2021) pagi tadi.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko menyampaikan kerusakan dilaporkan terjadi di Pantai Jungwok, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo.

Baca juga: Kapan Subsidi Gaji 2021 untuk Pekerja Diberikan oleh Pemerintah Indonesia

"Sejauh ini dilaporkan ada 3 bangunan warung yang rusak di Pantai Jungwok," kata Sunu lewat pesan singkat siang ini.

Menurutnya, tinggi gelombang yang menerjang mencapai sekitar 4 sampai 6 meter. Peristiwanya dilaporkan terjadi subuh tadi.

Sunu memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selain karena aktivitas wisata sedang ditutup, warga sendiri sudah mengurangi aktivitas melaut.

"Sejak kemarin nelayan sudah tidak ada yang berangkat melaut," ungkapnya.

Adapun saat ini, Sunu mengatakan kondisi gelombang laut yang mendekati daratan terpantau landai. Meski demikian, gelombang di bagian tengah disebut masih tinggi.

Laporan kerusakan juga dilaporkan terjadi di Wilayah II Gunungkidul. Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto melaporkan kerusakan terjadi di kawasan Pantai Drini.

"3 bangunan warung warga mengalami kerusakan khususnya pada lantai gazebo," kata Suris.

Selain lantai gazebo, ada pula bangunan warung yang lantai dan dindingnya jebol terhantam gelombang hingga terbawa arus. Adapun sebagian besar bangunan terbuat dari material tripleks.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Kaji Anggaran Untuk Alkes dan Rekrutmen Relawan di Rusunawa Giripeni

Seperti di wilayah I, Suris memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hantaman gelombang laut sendiri terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono menyampaikan ketinggian gelombang laut sempat surut pada Rabu (28/07/2021) lalu. Meski demikian, antisipasi tetap dilakukan.

"Nelayan juga memilih libur untuk tidak melaut sejak Selasa (27/07/2021) kemarin," ungkap Marjono.

Menurutnya, peningkatan ketinggian gelombang laut selatan akan terjadi selama sepekan. Puncak ketinggian diperkirakan akan terjadi pada Minggu (01/07/2021) mendatang. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved