Wapres Sebut Positivity Rate DI Yogyakarta Capai 41 Persen, Ini Tanggapan Pemda DIY
Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin meminta Pemda DIY untuk bekerja lebih ekstra dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di DI Yogyakarta.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin meminta Pemda DIY untuk bekerja lebih ekstra dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di DI Yogyakarta.
Sebab, angka positivity rate di provinsi tersebut masih terbilang cukup tinggi yaitu sebesar 41 persen.
Untuk diketahui, positivity rate merupakan salah satu indikator penting dalam penanganan pandemi.
Positivity rate dihitung dengan membandingkan jumlah orang yang positif dengan jumlah orang yang diperiksa.
Baca juga: Akui Pernah Over Capacity, Kadinkes Gunungkidul Klaim BOR COVID-19 Mulai Terkendali
Jika mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, disebutkan bila positivity rate suatu daerah di atas 25 persen, maka jumlah tes perlu ditingkatkan menjadi 15.000 tes per satu juta penduduk.
Saat dimintai tanggapan, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai masalah tersebut.
Aji ingin meminta kejelasan terkait dasar penghitungan positivity rate yang diberlakukan pemerintah.
Apakah kementerian telah memasukkan data hasil rapid test antigen dalam penghitungannya atau hanya menghitung jumlah tes dengan metode tes Polymerase Chain Reaction (PCR) saja.
Sebab, dalam melakukan pengetasan, Pemda DIY menggunakan dua metode yakni PCR dan rapid test antigen.
"Baru mau kita diskusikan dengan Kemenkes. Yang dipakai dasar jumlah testing itu untuk yang PCR atau antigen juga. Saya tidak tahu apakah provinsi lain juga pakai PCR saja," terangnya di Kompleks Kepatihan (29/7/2021).
Pemda DIY memutuskan untuk memakai dua metode pengetesan tersebut dikarenakan Kemenkes telah memberikan lampu hijau untuk memanfaatkan rapid test antigen dalam mendiagnosis orang yang terindikasi terpapar Covid-19.
Baca juga: Prediksi 7 Shio Beruntung Jumat 30 Juli 2021, Diramalkan Penuh Hoki Jelang Akhir Pekan Esok Hari
Dengan demikian, harapannya akan terjadi peningkatan upaya testing dan tracing dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.
Aji menjelaskan, saat ini DIY mampu memeriksa rata-rata sebanyak 8 ribu sampel perhari yang dilaksanakan oleh 19 laboratorium milik pemerintah maupun swasta.
Rinciannya adalah 4-6 ribu sampel dengan metode PCR serta 6-7 ribu sampel tes antigen.
"Kalau termasuk antigen tidak seperti itu angka (positivity rate)-nya, sekitar 20 persen. Ini mau konfirmasi ke Kemenkes," imbuhnya. (tro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/presentase-bor-rs-rujukan-covid-19-diy-mengkhawatirkan-sekda-diy-soroti-dua-kabupaten.jpg)