Penjelasan LBM Eijkman soal Varian Delta Plus Virus Corona, Berikut Gejala-gejalanya
Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandrio, mengatakan sampai saat ini, varian Delta plus ditemukan di dua daerah.
Menurutnya, hal yang perlu dilakukan tak berbeda, yakni dengan 5M atau mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Kemudian juga surveilans dengan menggunakan testing, tracing, dan treatment (3T).
"Sama persis, karena di luar sana kita tidak bisa membedakan, varian itu hanya ditemukan di laboratorium aja, kalau di lapangan enggak ada bedanya, semua varian sama," kata Amin.
Ia juga menyampaikan, yang bisa mengendalikan pandemi Covid-19 ini hanya masyarakat.
Apabila masyarakat sudah sepenuhnya memahami dan berpartisipasi dalam pengendaliannya, maka kita akan bisa menghentikan pandemi.
"Intinya sih walaupun ada varian Delta plus atau apa pun, kita tetap harus melakukan hal yang sama, kewaspadaannya harus sama." tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Varian Delta Plus Ada di Indonesia, Ini Penjelasan Eijkman"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/4-warganya-terpapar-covid-19-pemkab-bantul-ada-kemungkinan-transmisi-lokal.jpg)